PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Hasil Panen Rumput Laut Tihi-Tihi Anjlok, Nursalam: Kita Upayakan Dana CSR

Home Berita Hasil Panen Rumput Laut T ...

Hasil Panen Rumput Laut Tihi-Tihi Anjlok, Nursalam: Kita Upayakan Dana CSR
Ketua DPRD Bontang Nursalam saat berdialog dengan Ketua RT 17 Tihi-Tihi, Bontang Lestari Muslimin saat kunjungan kerja angota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Bontang ke tiga daerah pelosok salah satunya Tihi-Tihi, Kamis (13/4) siang. (EKSPOSKaltim/Yadi)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Hasil tani rumput laut Tihi-Tihi yang anjlok, Ketua DPRD Bontang Nursalam meminta para petani tak minta ganti rugi ke pihak perusahaan atas persoalan itu. Pihaknya akan mengupayakan ganti rugi melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. 

Ia memandang pesoalan tersebut tak bisa hanya mencari kesalahan satu pihak saja. Banyak aspek yang dapat mempengaruhi pertanian rumput laut sampai terjadi penurunan produktifitas.  

“Ini bisa saja karena faktor alam, cuaca atau kualitas bibit rumput laut yang tidak bagus,” kata politisi asal Partai Golkar ini saat melakukan kunjungan kerja bersama anggota DPRD lain ke kampung Melahing, Tihi-Tihi, dan Pulau Beras Basah, Kamis (13/4) silam. 

Soal tuntuan ganti rugi para petani, Nursalam pesimis jika perusahaan akan mau menanggung kerugian yang diterima petani apabila prosesnya dalam konteks mencari cari kesalahan.  

“Indominco sempat sampaikan beberapa waktu lalu permasalahan ini tidak terbukti kesalahan mereka, tetapi kalau soal ganti rugi mereka bisa memberikan bantuan dalam bentuk CSR,” terangnya. 

“Artinya perusahan tidak akan ganti rugi apabila dengan alasan melakukan tindakan pengerukan lalu berdampak buruk bagi lingkungan atau pencemaran,” lanjut Salam. 

Selain Tihi-Tihi, dirinya tengah mengupayakan uintuk meningkatkan koordinasi terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang untuk memberi perhatian ke daerah pelosok yang ada di Kota Taman. 

“Begitu juga Indominco, melalui CSR sapa tau bisa dipakai buat pengadaan bibit rumput laut minimal  500 bibit per petani atau pupuknya sesuai kebutuhan masyarakat,” tutupnya. 

Diwartakan sebelumnya, hasil tani rumput laut di Kampung Tihi-Tihi Kecamatan Bontang Lestari Kota Bontang menurun hingga mencapai 50 persen dari perolehan sebelumnya. Hal itu diduga imbas dari aktifitas pengerukan dasar laut yang ada di sekitar lahan pertanian.   

Dari informasi yang dihimpun, aktivitas pengerukan dilakukan oleh PT Indominco itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Para petani mengaku merugi karena sebelum ada aktifitas pengerukan, produksi rumput laut bisa mencapai sebanyak 25 ton dalam satu bulan. Namun kini menurun drastis hanya 13 ton dalam sebulan. 

Seperti yang diungkap oleh Ketua RT 17 Tihi-Tihi, Bontang Lestari Muslimin saat kunjungan kerja angota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Bontang ke tiga daerah pelosok salah satunya Tihi-Tihi, Kamis (13/4) siang.  

“Karena tidak punya bukti kuat kami tidak memperbesar persoalan ini, yang jelas kami mengalami kerugian karena akhir-akhir ini sering gagal panen, kami duga akibat pengerukan karena setelah itu air menjadi keruh,” katanya, Kamis (13/4).  

Para petani, kata Muslimin, berencana meminta ganti rugi atas kerugian yang diterima, lantaran bibit rumput laut yang mereka tanam sebagian besar tidak menghasilkan. ”Bibit yang kami tanam gagal panen, modal untuk membeli bibit dan bercocok tanam kembali itu tidak ada,” tandasnya. 


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :