EKSPOSKALTIM, Bontang - Mekanisme lelang yang bersifat terbuka pada pengadaan seragam sekolah gratis untuk pelajar se-Kota Bontang dirasa cukup memberatkan sejumlah pelaku Unit Kegiatan Kecil dan Menengah (UKM), seperti para penjahit lokal.
Mekanisme pelelangan bersifat nasional. Karena harus bersaing dengan para penjahit dari luar daerah dalam lelang, banyak dari mereka yang pesimis untuk ikut lelang.
Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Asosiasi Penjahit Bontang Baharuddin yang mengaku keberatan apabila pengadaan seragam gratis melalui lelang terbuka. Saat ini, kata dia kapasitas para penjahit lokal belum bisa bersaing dengan penjahit di luar kota Bontang.
“Ya kalau mekanismenya mau dilelang seperti itu otomatis para penjahit di Bontang tidak ada yang sanggup. Apalagi anggaran yang disediakan sampai di angka miliaran itukan besar sekali,” kata dia beberapa waktu lalu.
Selain itu, standar harga yang dipatok Pemkot tidak masuk akal bagi para penjahit Bontang. Satu seragam dibandrol sekira Rp 160 ribu. Harga tersebut tidak sesuai dengan harga di pasaran, berkisar Rp 200 ribu per satu seragam.
“Kalau satu style seragam anak sekolah anggarannya hanya segitu penjahit bontang tidak ada yang mau, bahkan penjahit tidak dapat untung. Jika Rp 160 ribu ini hanya ongkos jahit dan tidak termasuk bahan kain, sesuai saja dengan standar harga di sini,” tegasnya.
Menurutnya, para penjahit menginginkan proyek tersebut dibagi kepada para penjahit lokal Bontang dalam pengerjannya, melalui penunjukan langsung siapa penjahit yang terlibat dalam pengerjaan tersebut.
“Kalau pemerintah sudah menyediakan bahan kain, dan dikerjakan oleh para penjahit (Bontang) pola seperti itu kan bisa saja,” terangnya.
Senada dengan Baharuddin, salah satu penjahit Misran dan Lilis Sudarmi merasa kecewa karena merasa janji yang diberikan pemerintah terkait proyek pengadaan baju seragam gratis ini sulit terealisasi.
“Dulu kan janjinya pengerjaan seragam gratis ini akan diberikan kepada penjahit lokal, kalau sekarang dilelang berarti tidak ada kepastian dari ucapan sebelumnya,” tutupnya.

