EKSPOSKALTIM, Bontang- Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bontang Suramin menganggap keluhan masyarakat soal kenaikan tarif adalah hal biasa. Apalagi sebelum naik, PDAM sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Masyarakat komplain karena memang pemakaian belum terkontrol. Artinya, jika pembayaran lebih meningkat otomatis harus ada efisiensi penggunaan air,” kata Suramin saat ditemui di kantornya, Jalan Brigjend Katamso, Jumat (5/5).
Ia mengatakan, tarif air baru sudah disosialisasikan sejak September tahun lalu. Hanya saja, pada sosialisasi tersebut, sebagian masyarakat tidak mengikuti, sehingga masih banyak yang belum paham atas tarif air yang berlaku saat ini.
“Kita sudah undang semua ketika sosialisasi, tapi kita juga memahami bahwa mungkin tidak semuanya bisa hadir karena ada urusan lain,” ujarnya.
Ia menyebut, kenaikan tarif merupakan cara untuk menekan biaya operasional dan peningkatan mutu pelayanan. Selain itu, pemeliharaan alat PDAM juga sangat dibutuhkan agar pelayanan terus berkelanjutan.
Kenaikan tarif ini disebut Suramin sudah disampaikan kepada semua kalangan, baik terhadap dewan pengawas, pemerintah kota, DPRD, maupun masyarakat melalui sosialisasi di seluruh kecamatan di Bontang.
“Sebenarnya tidak mungkin jika kenaikan tarif ini dikomplain lagi. Karena sosialisasinya bukan hanya di media sosial, tapi kita terjun langsung,” pungkasnya.

