EKSPOSKALTIM, Samarinda - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kaltim meminta pemanfaatan dana hibah dan bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran.
Hal ini yang menjadi sorotan Baharuddin Demmu, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PAN saat penyampaian pandangan umum fraksi, Rabu (20/9).
Sebab, berdasarkan informasi yang dihimpunnya di lapangan, masih banyak keluhan dari masyarakat terkait hal ini.
"Masih ada penerima bantuan hibah yang telah dianggarkan pada APBD 2016 sampai sekarang tidak terealisasi," ujarnya.
Ia sangat menyayangkan hal ini dapat terjadi. Sebab, kata dia, dana hibah dan bansos erat kaitannya dengan kepentingan masyarakat.
"Kami meminta penjelasan kepada pemerintah sejauh mana proses pencairan dana hibah dan bansos 2017 yang telah dilaksanakan tahun ini," ungkap anggota Komisi III itu.
Selain itu pihaknya juga mendesak pemerintah untuk segera memproses pencairan bantuan hibah. Khususnya, untuk masjid dan gereja, serta rumah ibadah lainnya.
Untuk diketahui, dalam Nota Laporan Keuangan Rancangan APBD P 2017 tercatat bahwa, untuk belanja hibah dan bantuan sosial telah mengalami kenaikan sebesar Rp 166,64 miliar.
Hal tersebut karena untuk pembiayaan tahapan Pilkada 2018 dan untuk KPU dan Bawaslu.
"Kita berharap juga bantuan Fraksi PAN Berharap pelaksanaan Pemilihan gubernur (Pilgub) mendatang dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin Kaltim yang dipilih secara demokrasi," harapnya. (adv)

