EKSPOSKALTIM, Kutim - Minimnya pendampingan terhadap areal persawahan program cetak sawah, kini banyak yang beralih fungsi menjadi lokasi perkebunan.
"Saya mengamati, di Kaliorang itu banyak sawah yang dialihfungsikan. Hal ini bisa saja terjadi di daerah lain," kata Muhammad Lebar, Anggota Komisi C DPRD Kutim belum lama ini.
Menurutnya, pendampingan pemerintah dinilai perlu lebih ditingkatkan. Sebab, salah satu faktor pendorong terjadinya alih fungsi itu yakni keinginan petani yang ingin mendapatkan pendapatan yang lebih cepat.
Politikus PDIP ini menjelaskan, perhatian terhadap para petani seharusnya lebih digencarkan. Mulai dari penambahan ilmu pengetahuan, hingga bantuan langsung.
Baca juga: Anggota Komisi C Dorong Pemkab Kutim Prioritaskan 3 Poin Ini
"Misalnya pemberian bibit dan lainnya. Langkah itu penting agar tidak ada petani yang mengalihfungsikan lahan tersebut. Sehingga, hasil dari sektor ini dapat terus meningkat," terangnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, bukan hanya dibantu di awal, namun diberikan pendampingan sejak tahap awal hingga pemasaran produk.
Ia menyebut, program tersebut diperuntukkan program cetak sawah, bukan perkebunan.
"Mengenai hukum atas alih fungsi ini, secara pribadi saya belum tau pasti," pungkasnya. (Adv)
VIDEO: Iklan Pesta Adat Pelas Tanah 2017 Kutai Timur
ekspos tv

