Kebakaran lahan di Penajam Paser Utara belum juga tuntas setelah berlangsung sejak 1 September. Hingga Jumat (4/9) dini hari, tim gabungan masih berjibaku memadamkan api.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Jalan Pondok Belanda, Sungai Parit dan Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meluas hingga mencapai 31,66 hektar.
Menariknya, lokasi ini sudah terbakar sejak 1 September 2026 kemarin.
Material yang terbakar merupakan lahan gambut tipis yang ditumbuhi semak belukar serta pepohonan. Lahan tersebut diketahui berada di bawah penguasaan Perusahaan Daerah (Perusda).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, mengatakan hingga Jumat (4/9) dini hari, tim gabungan masih terus berjibaku secara maraton untuk memadamkan titik-titik api besar yang memicu penambahan luasan area terbakar.
"Fokus penanganan pada hari kedua diarahkan pada pemadaman dan pendinginan titik api serta asap yang masih terpantau di beberapa lokasi," kata dia, Jumat.
Akses Sulit Terjangkau
Nurlaila menambahkan pemadaman dan pendinginan dilakukan secara manual dan penyemprotan langsung dari armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Penajam serta Pos Petung.
"Kami menyambung sekitar 40 selang untuk menjangkau titik api," ujar Nurlaila.
Untuk mempermudah mobilisasi armada pemadam ke lokasi, alat berat backhoe loader dari UPT PU Kecamatan Penajam turut dikerahkan guna memperbaiki jembatan dan memperlebar akses jalan masuk.
Proses penanganan darurat tersebut dihentikan sementara pada pukul 01.00 WITA. Secara visual, masih terpantau beberapa titik asap di lokasi kejadian yang belum memungkinkan untuk dipadamkan pada malam hari.
"Tim gabungan bersama Koramil Penajam akan kembali melakukan pengecekan dan penyisiran (clean up) pada Jumat pagi untuk memastikan tidak ada potensi munculnya titik api baru," tambah Nurlaila.



