Pembersih, toner, serum, sunscreen sering bikin bingung mana dulu yang dipakai. Kuncinya: pakai dari yang paling tipis ke paling kental agar bahan aktif lebih menyerap dan hasilnya maksimal. Simak penjelasan lengkap dan detail dari artikel yang disadur dari laman Health berikut ini.
EKSPOSKALTIM, Kesehatan - Pembersih, toner, serum, tabir surya terkadang membingungkan produk mana yang harus digunakan dan dalam urutan apa.
Menggunakan produk perawatan kulit secara berlapis dengan urutan yang benar, dari yang paling tipis hingga paling kental, membantu kulit menyerap lebih banyak bahan aktif untuk hasil lebih baik.
Rutinitas dasar harus mencakup pembersih untuk kotoran, riasan, dan minyak, serta pelembap dan SPF untuk perlindungan matahari.
Langkah 1: Pembersih
Mulailah dengan mencuci muka. Pilih yang lembut, bebas alkohol, dan tidak abrasif untuk menjaga minyak alami.
- Kulit kering: cari ceramide, gliserin, asam hialuronat, lidah buaya
- Kulit sensitif/kemerahan: niacinamide, ekstrak teh hijau, chamomile
- Berminyak/berjerawat: benzoil peroksida, asam salisilat, asam glikolat, tea tree oil
Cara pakai:
Basuh dengan air hangat kuku, gosok lembut dengan ujung jari, tepuk kering. Lakukan pagi, malam, dan setelah berkeringat.
Langkah 2: Toner
Tidak wajib, tapi bisa angkat sisa minyak dan kotoran serta bantu seimbangkan pH.
- Kering/sensitif: asam hialuronat atau air mawar
- Berminyak/berjerawat: asam salisilat atau witch hazel
Cara pakai: Basahi kapas, tepuk lembut ke wajah.
Langkah 3: Perawatan Lokal (Totol Jerawat)
Gunakan segera setelah toner untuk jerawat atau noda hitam. Cari benzoil peroksida, asam salisilat untuk jerawat, dan asam kojik untuk noda hitam.
Cara pakai: Totol sedikit di area bermasalah dengan jari bersih. Jangan timpa serum di area tersebut.
Langkah 4: Serum
Konsentrasi bahan aktif tinggi, ringan dan cepat meresap.
- Vitamin C: cerahkan, samarkan hiperpigmentasi
- Niacinamide: haluskan garis halus, kecilkan pori, atur minyak
- Vitamin E, asam hialuronat, peptida, ceramide: melembapkan
- AHA (glikolat, laktat): eksfoliasi dan hidrasi
- Asam salisilat & azelaik: bersihkan pori dan redakan inflamasi
Cara pakai: Seukuran kacang polong, tepuk ringan ke wajah dan leher.
Langkah 5: Retinol dan Retinoid
Lebih kental dan oklusif, pakai setelah serum. Bermanfaat untuk anti-aging dan jerawat, mempercepat pergantian sel dan produksi kolagen.
Retinol, retinil palmitat, retinaldehida tersedia OTC (lebih ringan untuk sensitif). Resep untuk jerawat parah: adapalene, tretinoin, tazarotene, trifarotene.
Cara pakai:
Mulai seukuran kacang polong setiap 2 malam, butuh beberapa minggu adaptasi. Pakai hanya malam hari, paginya wajib SPF karena bikin sensitif matahari.
Langkah 6: Krim Mata
Opsional, untuk kelembapan ekstra di area bawah mata yang rentan kerutan.
"Untuk siang cari peptida, antioksidan (vitamin C, teh hijau) dan SPF. Malam bisa retinol, niacinamide, atau asam hialuronat," kata Goldman.
Cara pakai: Tepuk lembut dengan jari manis, jangan tarik atau gosok.
Langkah 7: Pelembap
Konsistensi lebih kental, pakai setelah serum/perawatan ringan. Fungsinya kunci kadar air dan perbaiki skin barrier.
- Kering: ceramide, gliserin, shea butter
- Berminyak/berjerawat: bebas minyak, non-komedogenik, asam hialuronat atau gel ringan
Cara pakai: Pijat lembut ke wajah dan leher.
Langkah 8: Minyak Wajah
Berikan hidrasi tambahan, selalu setelah pelembap karena lebih berat dan bisa menghalangi pelembap meresap.
- Argan, alpukat: nutrisi intens
- Chamomile, rosehip: menenangkan iritasi
- Jojoba, biji anggur: atur minyak
Cara pakai: Beberapa tetes di jari, pijat ke wajah dan leher.
Langkah 9: Tabir Surya
Selalu langkah terakhir di pagi hari. Lindungi dari UV penyebab penuaan dan kanker kulit. Pilih spektrum luas SPF 30 atau lebih.
Cara pakai: Oles ke wajah, leher, dada, telinga seukuran koin. Tabir surya kimia butuh 15 menit meresap, mineral langsung bekerja. Re-apply tiap 2 jam.
Mengapa Urutan Penting?
Karena penyerapan, konsistensi, dan pH. Produk kental seperti pelembap jika dipakai sebelum serum akan menghalangi penyerapan. Selalu dari encer ke kental.
Selain itu untuk menjaga keseimbangan pH agar produk bekerja optimal. "Beberapa produk seperti eksfolian kimia butuh rentang pH tertentu," kata Goldman.

