EKSPOSKALTIM, Kutim- Pelayanan Unit PDAM Tirta Tuah Benua Sangatta Selatan pekan kemarin sempat terhenti. Musababnya, unit generator mati total karena tersambar petir, Rabu (19/4) lalu.
“Kejadiannya saat hujan gerimis yang disertai petir pada Rabu pekan lalu. Operator melaporkan bahwa sambaran petir saat itu berdampak pada generator. Kemudian saat dicoba dinyalakan ternyata tidak bisa,” kata Kepala PDAM Unit Sangatta Selatan Hadi Saputra, Selasa (25/4).
Selama tiga hari pasokan air bersih masyarakat terganggu karena tidak dapat beroperasinya PDAM. Namun kondisi ini ditangani cepat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki.
“Kita kerahkan mobil tangki air. Tapi hanya di masjid-masjid yang memiliki penampungan sehingga masyarakat bisa mengambil airnya menggunakan jeriken di masjid,” ujarnya.
Meskipun distribusi air bersih saat ini sudah kembali normal, kata Hadi, pihaknya tetap waspada dengan kondisi cuaca yang bisa berakibat rusaknya peralatan.
“Untuk berjaga-jaga, mau tidak mau saat hujan atau petir, kita matikan generator untuk sementara,” paparnya.
Untuk itu, karena kondisi ini, pihaknya berharap masyarakat bisa memaklumi jika distribusi air tidak lancar khususnya saat hujan. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan potensi kerusakan alat akibat disambar petir.

