Jumlah guru di Balikpapan saat ini baru mencapai sekitar 4.200 orang, jauh di bawah kebutuhan ideal.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menyatakan Kota Minyak saat ini masih memerlukan sekitar 1.800 guru tambahan guna mencapai angka ideal dalam pemenuhan pelayanan pendidikan.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa kuota kebutuhan ideal untuk daerah tersebut sebenarnya berada di angka 6.000 guru. Namun, saat ini jumlah tenaga pengajar yang tersedia baru mencapai sekitar 4.200 orang.
Menurutnya, minimnya rekrutmen melalui jalur Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam satu dekade terakhir menjadi faktor utama munculnya selisih angka tersebut.
"Dalam 10 tahun terakhir, kita hampir tidak ada penerimaan guru dari jalur PNS. Sementara itu, di sisi lain, jumlah tenaga guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah setiap tahunnya," urai Irfan di Balikpapan.
Perekrutan Melalui Skema PJLP
Guna mengantisipasi kekosongan tenaga pengajar di ruang kelas, Disdikbud Balikpapan mengambil langkah kebijakan melalui rekrutmen dengan skema Penyedia Jasa Lain Perorangan (PJLP).
Langkah koordinasi ini disesuaikan dengan regulasi terbaru tahun 2026 yang mengatur pembatasan perekrutan pegawai di luar aparatur sipil negara. Melalui pola PJLP tersebut, Disdikbud Balikpapan sejauh ini telah berhasil mengakomodasi sekitar 460 tenaga guru baru.
"Kami melakukan penyesuaian untuk menutupi kekurangan ini. Dengan adanya rekrutmen 460 orang melalui skema PJLP, saat ini sisa kekurangan guru berada di kisaran 600 hingga 1.000 orang lagi," jelas Irfan.
Usulan Formasi ASN dan Pemenuhan Kriteria Kepala Sekolah
Sebagai langkah jangka panjang, Disdikbud Balikpapan pada tahun ini telah melayangkan usulan resmi kepada pemerintah pusat terkait pengangkatan sekitar 100 guru melalui jalur ASN dan PNS. Realisasi usulan tersebut diharapkan dapat menunjang stabilitas proses belajar mengajar ke depan.
Selain fokus pada pemenuhan kuota guru kelas, Disdikbud Balikpapan saat ini juga tengah memperhatikan pemenuhan posisi kepala sekolah. Dijelaskan bahwa sejumlah pengajar yang ada belum dapat mengisi posisi pimpinan sekolah lantaran masih dalam proses pemenuhan persyaratan kepangkatan kedinasan yang ditentukan.
"Kondisi ini menjadi perhatian kami. Jika dalam waktu dekat tidak ada penambahan tenaga guru baru, maka jumlah keseluruhan tenaga pendidik di daerah kita akan terus mengalami penurunan," tutup Irfan.


