PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Belum Dengar Isu Akuisisi PT BMA, Begini Tanggapan Disnakertrans

Home Berita Belum Dengar Isu Akuisisi ...

Belum Dengar Isu Akuisisi PT BMA, Begini Tanggapan Disnakertrans
Ratusan karyawan PT Bumi Mas Agro yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar unjuk rasa di halaman kantor Disnakertrans Kutim, Jum'at (24/02) pagi. (EKSPOSKaltim/Nirwana)

EKSPOSKALTIM, Kutim - Aksi demonstrasi yang digelar Karyawan PT Bumi Mas Agro yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kutim, Jum'at (24/02) pagi di halaman Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) ditanggapi santai oleh pihak pemerintah.

Kepala Kantor Disnakertrans Abdullah Fauzie, mengatakan belum mengetahui persis tuntutan yang dibawa massa. “Mereka belum menyampaikan laporan terkait aksi yang dilakukan itu,” jelas Fauzie.

"Yang pasti untuk penanganan masalah ini harus dilakukan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan," kata Fauzie.

Fauzie menduga jika kedua pihak manajemen maupun karyawan mempunyai sebuah masalah. Ia hanya mengarahkan agar massa segera melaporkan atau mendaftarkan secara resmi perselisihan tersebut ke Disnakertrans. Karena, lanjut Fauzie, apabila tidak ada laporan, maka pihaknya pun tidak dapat menindaklanjuti.

“Nah, apabila laporan tuntutan tersebut sudah ada, maka pihak kami pun dapat bertindak mencari solusi dari tuntutan mereka,” jelasnya.

"Kalau ada laporan kedua pihak kami panggil untuk mediasi mencari jalan keluar, tapi harus sesuai dengan mekanisme yang ada," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan karyawan PT Bumi Mas Agro yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim,Jum'at (24/02) pagi.

Aksi demo yang digelar ini terkait adanya isu bahwa PT Bumi Mas Agro akan diakuisisi menjadi PT BMA Industri. Sehingga karyawan PT BMA, khususnya buruh harian lepas, khawatir terkait status kerja dan hak mendapat pesangon.

Sekedar diketahui para buruh kelapa sawit ini berasal dari Kecamatan Sandaran, Kamis (23/2), siang dan baru tiba Jumat (24/2) pagi sekitar pukul 06.00 Wita di Sangatta. Dengan jumlah sebanyak 300 orang.

 


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%50%50%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :