EKSPOSKALTIM, Kutim - Usai mengelar unjuk rasa di depan kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, dan Kantor Bupati Kutim, Jumat (24/02) ratusan massa melanjutkan aksinya di depan Kantor Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim.
Ratusan karyawan PT Bumi Mas Agro yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional Kutim ini meminta legislator agar memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan.
Massa sendiri diterima oleh anggota Komisi D DPRD Kutim Agusriansyah Ridwan.
“Kami menyambut baik (tuntutan) mereka dan akan memfasilitasi tempat,” ujar politisi partai PKS tersebut.
Namun massa bersikeras beranjak dari gedung dewan sebelum mereka memfasilitasi pertemuan. Namun sayang hingga akhir aksi, tak satupun manajemen PT BMA Industri datang menemui massa.
Sementara itu, Ketua DPD SPN Kaltim, Kornelis Wiriyawan Gatu bersama Ketua DPC Kutim, Protos Donatur Kia, sebagai koordinator dan penanggung jawab aksi menyampaikan point point tuntutan karyawan.
Pertama massa mendesak Bupati Kutim agar memanggil Direktur Utama PT BMA Industri.
Kedua menghentikan segala bentuk perbudakan pekerja.
Ketiga menolak Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Keempat menolak diskriminasi perlakuan kerja dan penindasan buruh.
Kelima, tolak upah murah dan sistem kerja target yang tidak dibayar.
Keenam, pemberian tunjangan tetap seperti beras dan lain-lain.
Ketujuh menghapus sistem kerja paksaan dan buruh diperbudak.
Kedelapan, memberikan fasilitas barak yang layak.
Kesembilan, pembelian alat kerja dari buruh secara kredit dengan konsekuensi potong gaji perbulan.
Kesepuluh memberikan alat pelindung kerja yang memadai.
Kesebelas mengubah aturan kecelakaan kerja tidak dijamin perusahaan.
Keduabelas kartu BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan yang fiktif.
"Dan ini paling parah, banyak yang kami dapatkan dari mereka yang mempunyai kartu BPJS namun fiktif. Artinya mereka setiap bulan harus rela gajinya terpotong untuk BPJS, tapi setelah kami cek ternyata kartu tersebut tidak aktif akibat iuran mandet," kata Kornelis. Pihaknya juga berharap pertemuan antara buruh dan manajemen PT BMA Industri dapat segera terealisasi. "Kami tak ingin mengatasi masalah ini berlarut," ujarnya.

