Balita 2 tahun di Balikpapan tewas hanyut di parit terbuka depan rumah saat hujan deras di Manggar. Korban ditemukan di bawah jembatan Selili setelah pencarian warga.
EKSPOSKALTIM, BALIKPAPAN — Seorang bocah laki-laki berusia dua tahun berinisial KN, kehilangan nyawa. Dia terperosok dan hanyut di dalam parit yang berada persis di depan kediamannya di kawasan Jalan Mangga 5, Kelurahan Manggar, Minggu (31/5/2026).
"Peristiwa ini bermula sekitar pukul 09.40 WITA, bertepatan dengan turunnya hujan deras di wilayah tersebut," ujar Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M. Chusen, Minggu (31/5/2026).
Petaka di Halaman Rumah
Sebelum musibah terjadi, ibu korban sedang berada di dalam rumah untuk mengurus dan mengganti popok adik KN. Sementara itu, sekitar pukul 10.00 WITA, KN masih terlihat sedang bermain seorang diri di area halaman depan.
Kondisi geografis di depan rumah korban menjadi faktor risiko tinggi, lantaran terdapat jalur parit terbuka berukuran besar yang arusnya mengalir langsung membelah kawasan Kelurahan Manggar hingga ke wilayah Selili. Ditambah dengan usia KN yang masih sangat belia, korban tidak memiliki kemampuan defensif untuk menyelamatkan diri saat tergelincir ke air.
Kecurigaan mulai muncul saat sang ibu keluar rumah dan tidak lagi mendapati keberadaan anak laki-lakinya itu. Upaya pemanggilan dan pencarian mandiri di sekitar pekarangan tidak membuahkan hasil.
Kepanikan seketika pecah ketika pihak keluarga menemukan sepasang sandal milik KN tergeletak di bibir parit. Sadar buah hatinya kemungkinan besar tenggelam, ibu korban langsung berteriak meminta pertolongan darurat kepada lingkungan sekitar.
Evakuasi di Bawah Jembatan Selili
Mendengar jeritan tersebut, warga Jalan Mangga 5 bergerak cepat. Puluhan warga langsung menerobos hujan dan melakukan penyisiran massal secara swadaya menyusuri derasnya aliran parit.
Setelah hampir satu jam melakukan pencarian intensif, tubuh mungil KN akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.40 WITA. Tubuh korban terseret arus cukup jauh dan ditemukan tersangkut di bawah kolong jembatan kawasan Selili RT 100 dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Warga langsung mengevakuasi korban dan menyerahkannya ke pihak orangtua agar segera mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medika Manggar.
Kritis Akibat Sianosis Berat
Pihak medis di IGD RS Medika Manggar sempat melakukan upaya maksimal untuk mengembalikan denyut nadi korban. Namun, kondisi KN dilaporkan sudah sangat kritis sejak pertama kali tiba di rumah sakit.
"Laporan dokter menyatakan saat tiba di IGD, korban sudah dalam keadaan tidak bernapas, tidak sadar, dan denyut nadinya tidak lagi terdeteksi," urai AKP Chusen.
KN juga memperlihatkan gejala klinis berupa sianosis atau warna kebiruan pada bibir akibat kekurangan oksigen (asfiksia) dalam jangka waktu lama, pupil mata melebar, serta keluarnya busa dari hidung. Tim dokter sempat melepaskan tindakan resusitasi jantung paru (CPR), namun tak ada respons kehidupan yang muncul. KN secara resmi dinyatakan meninggal dunia tepat pukul 11.00 WITA.
Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam dari korps korps kepolisian. Sebagai langkah preventif jangka panjang, Polsek Balikpapan Timur menegaskan bakal segera duduk bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pihaknya mendesak adanya pembenahan dan evaluasi total terhadap sistem drainase di kawasan permukiman padat penduduk.

