PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Cegah Korupsi, Pemkot Bontang Bangun MoU dengan KPK

Home Berita Cegah Korupsi, Pemkot Bon ...

Cegah Korupsi, Pemkot Bontang Bangun MoU dengan KPK
Dua pegawai KPK saat melakukan monitoring dan evaluasi di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Bontang, Selasa (23/7/2019).

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Maraknya perkara pengadaan barang dan jasa yang masuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat lembaga anti rasuah tersebut memberi perhatian khusus pada pengadaan barang dan jasa ini.

Nana Mulyana, Koordinator Wilayah VII Kalimantan, Satgas Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK menjelaskan sistem penganggaran pengadaan barang dan jasa harus terlepas dari intervensi manapun. Banyak celah pelanggaran yang potensial terjadi selama proses pengadaan barang dan jasa.

“Biasanya lelang pekerjaan itu sengaja dilelang diakhir-akhir waktu karena sudah ada calon pemenangnya,” ujar Nana saat menyampaikan materi pencegahan korupsi di forum yanh dihadiri seluruh pejabat teras, di Ruang rapat utama, Kantor Wali Kota Bontang, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut, kepada wartawan Nana menjelaskan kunjungan ke Pemkot Bontang merupakan tindaklanjut dari realisasi rencana aksi program pemberantasan korupsi di Bontang.

Ada 7 poin yanh menjadi fokus KPK dalam untuk mencegah praktik korupsi di Pemkot Bontang. Ke-7 indikator tersebut meliputi penganggaran, perizinan, potensi pendapatan daerah hingga penyelamatan aset daerah.

“Kejahatan korupsi itu kan berbeda, pasti dilakukan secara terstruktur dimulai daei awal penganggaran,” ujarnya.

Dari hasil evaluasi dan monitoring ke Pemkot Bontang, KPK menilai masih ada beberapa poin dari rencana aksi yang belum terpenuhi. Salah satunya pada sistem pengganggaran. Menurutnya, seluruh mekanisme harus dalam satu aplikasi. Pemkot sejatinya telah menerapkan aplikasi i-budgeting. Hanya saja belum terintegrasi dengan sistem lainnya.

Pihaknya berharap hal ini menjadi fokus pemerintah untuk segera melengkapi sejumlah poin yang diminta. Menurutnya, secara menyeluruh Pemkot Bontang sudah melakukan seluruh rencana aksi dengan baik. Hanya saja, ada beberapa hal yang menjadi kendala di lapangan mengakibatkan penilaian kurang maksimal.

“Makanya kita hari ini duduk bersama dan memecahkan masalah yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten III Setda, Syarifah Nurul Hidayati menambahkan dari hasil evaluasi dan monitoring oleh KPK pihaknya bakal membenahi sistem pengadaan, penganggaran dan perizinan di Pemkot Bontang.

Pihaknya mengaku berkomitmen dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan transaparan sesuai visi Pemkot Bontang good govermence.(adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :