EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana mengkaji bantuan pengadaan kamera pengawas (CCTV) bagi sekolah-sekolah swasta pada tahun anggaran 2027.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang memperkuat keamanan lingkungan sekolah, menyusul sejumlah kasus pencurian yang terjadi di sekolah swasta dalam beberapa waktu terakhir.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, bantuan CCTV akan diupayakan melalui anggaran sektor pendidikan. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah yang saat ini masih menghadapi tekanan fiskal.
“Kami akan usahakan pengadaan CCTV ini. Namun, realisasinya tetap harus melihat kemampuan keuangan daerah, mengingat kondisi fiskal kita saat ini masih dalam tekanan,” ujar Neni, Senin (13/7/2026).
Neni menjelaskan, Pemkot Bontang sebelumnya telah membantu pengadaan CCTV di seluruh SD dan SMP negeri yang berada di kawasan perkotaan. Sementara itu, sekolah-sekolah di wilayah pesisir belum seluruhnya terjangkau program tersebut.
Rencana bantuan bagi sekolah swasta kembali menjadi perhatian setelah terjadi pencurian di SMK Maritim Indonesia dan TK Yayasan Pendidikan Pembinaan Islam (YPPI) Bontang.
Di SMK Maritim Indonesia, Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Tanjung Laut Indah, pelaku membawa kabur mesin las yang digunakan sebagai alat praktik siswa. Perangkat CCTV sebenarnya telah tersedia, tetapi belum sempat dipasang di area yang dinilai rawan.
Adapun di TK YPPI Bontang, enam unit kipas angin dan satu pengeras suara dilaporkan hilang. Kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi diketahui mengalami kerusakan saat kejadian.
Meski berencana mengupayakan bantuan CCTV, Neni menegaskan sekolah tetap perlu memperkuat sistem keamanan internal, termasuk memastikan adanya petugas keamanan yang berjaga di luar jam belajar mengajar.
“Ini untuk meningkatkan keamanan sekolah sekaligus sebagai bentuk mitigasi. Jadi masing-masing sekolah juga harus saling menjaga dan memperkuat sistem pengamanannya,” pungkasnya.

