EKSPOSKALTIM, Bontang - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dari Fraksi Partai Gerindra ini, terpaksa harus mendirikan tenda ditengah perjalanan pulang saat dari dinas ke luar kota.
Dikisahkan Weny, kejadian itu bermula saat dirinya bersama rekannya dihadang hujan deras saat hendak pulang ke Mahulu, setelah melakukan perjalanan dinas. Karena hujan deras di tengah perjalanan, ia pun terpaksa mengurungkan niat melanjutkan perjalanan pulang menuju Mahulu.
Mengingat akses jalan darat sangat licin dan berlumpur, serta kendaraan roda 4 yang mereka gunakan susah menembus medan jalan yang terbilang ekstrem itu, pada akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan tenda.
"Saat itu ditengah perjalanan kami terhalang hujan, jadi kami memutuskan mendirikan tenda sekitar 7 jam pada waktu itu, karena kendaraan kami nggak bisa lewat dikarenakan akses jalannya licin dan berlumpur," terang Weny di Kantor DPRD Mahulu, saat ditemui Kamis (20/10) siang.
Dengan kejadian yang dialaminya saat itu, ia berharap dinas terkait bisa segera melakukan tindakan maksimal dalam upaya perbaikan infrastruktur jalan yang tiap hari dilalui orang banyak.
Dia menilai, sejauh ini dinas terkait yang menangani akses jalan darat tersebut belum bekerja secara maksimal, yang benar-benar bisa langsung dirasakan masyarakat Mahulu pada umumnya.
"Kami berharap dinas terkait yang menangani soal jalan dan perbaikan jembatan ini segera mengambil tindakan, dan bekerja secara maksimal sesuai dengan progres yang telah ditentukan. Karena kami, lihat sejauh ini dinas itu belum bekerja secara maksimal dan masih sangat jauh dari progres yang telah ditentukan," pungkasnya. (Adv)

