PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dinkes Samarinda Sebut Program Makan Bergizi Gratis Belum Berdampak pada Penurunan Stunting

Home Berita Dinkes Samarinda Sebut Pr ...

Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda belum berdampak signifikan pada penurunan stunting. Dinkes menyebut hasil baru bisa diukur setelah sasaran dialihkan ke ibu hamil, bayi, dan ibu menyusui.


Dinkes Samarinda Sebut Program Makan Bergizi Gratis Belum Berdampak pada Penurunan Stunting
Penyaluran MBG pada kelompok 3B di Kota Samarinda. (Ekspos Kaltim/Sintya)

EKSPOSKALTIM.COM, SAMARINDA — Meski Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah bergulir sejak tahun lalu, namun dampaknya terhadap penurunan angka stunting di Kota Samarinda ternyata belum dapat diukur secara langsung. Padahal, salah satu tujuan dari program nasional ini adalah menurunkan angka stunting.

Hal ini pun diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, yang mengungkapkan bahwa efektivitas program tersebut terhadap intervensi stunting belum terlihat signifikan. Sebab fokus penyaluran yang selama ini dijalankan dinilai belum menyasar kelompok paling krusial.

Ismed menjelaskan, keterbatasan dampak MBG terhadap stunting pada fase awal disebabkan oleh orientasi distribusi yang mendominasi kelompok anak sekolah. Padahal, percepatan penurunan stunting membutuhkan intervensi yang jauh lebih awal dan spesifik.

"Jadi itu belum bisa dilihat. Karena yang diberikan itu anak sekolah. Tapi kalau menyangkut khusus untuk stunting, itu belum terlihat," ujar Ismed.

Namun demikian, strategi penyaluran MBG kini mulai mengalami pergeseran kebijakan. Pemerintah pun mulai mengarahkan alokasi bantuan makanan bergizi ini kepada kelompok Ibu Hamil (Bumil), Bayi, dan Ibu Menyusui (Busui) yang disebut 3B sebagai garda terdepan pencegahan stunting.

"Karena sasaran dari MBG ini baru-baru saja mulai difokuskan ke kelompok 3B," tambahnya.

Di luar efektivitas MBG yang baru difokuskan ulang, Ismed menegaskan bahwa tren penanganan stunting secara umum di Kota Samarinda sejatinya terus menunjukkan grafik positif. Berdasarkan pencatatan riil pada data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM), terjadi penurunan angka stunting yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya.

Di tahun 2025, angka stunting Samarinda berada di tingkat 20 persen lebih. Sementara capaian saat ini diklaim berhasil ditekan hingga menyentuh kisaran lebih dari 17 persen. Capaian ini, kata Ismed, menempatkan Kota Samarinda jauh lebih aman dari ambang batas maksimal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Alhamdulillah kita turun. Karena kalau angka nasional stunting itu jangan sampai lebih dari 21. Kita angkat capaian stunting, kita turun," tegas Ismed.

Kadis Kesehatan Samarinda ini menekankan bahwa penurunan angka stunting hingga menembus angka 17 persen tersebut bukanlah hasil kerja tunggal instansi tertentu, melainkan buah dari kolaborasi lintas sektor yang dikomandoi langsung oleh pemerintah daerah.

Dirinya pun berharap pergeseran fokus sasaran program MBG ke kelompok 3B itu pun dapat menjadi katalisator tambahan guna mengakselerasi penurunan stunting di Samarinda secara lebih agresif pada periode mendatang.

"Jadi alhamdulillah apa yang dilakukan untuk penanganan stunting itu insya Allah sudah sesuai dengan on the track," pungkasnya.

Sementara itu, kebijakan pembagian yang kini menyasar kelompok rentan mulai dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga di lapangan. Pergeseran sasaran ini dinilai menjadi langkah konkret agar bantuan gizi tepat sasaran pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Via (23), warga Kelurahan Mesjid Kecamatan Samarinda Seberang yang juga merupakan penerima manfaat yang sedang menjalani masa kehamilan, mengonfirmasi keberlangsungan program ini dan membeberkan alur pembagian MBG bagi ibu hamil di lingkungannya. Mekanisme yang diterapkan adalah para penerima manfaat melakukan pengambilan mandiri ke posyandu setempat dengan membawa wadah makan sendiri.

“Kami dapat itu seminggu tiga kali di hari Senin, Rabu, dan Jumat. Jadi kami salin di tempat makan masing-masing. Lumayan juga rasanya," singkatnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :