EKSPOSKALTIM, Bontang – Puluhan Pekerja Harian Lepas (PHL) pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, menyambangi kantor perwakilan kontraktor pelaksana pembagunan rusunawa pada Minggu (11/9) pagi tadi.
Para PHL ini kesal karena gaji mereka sering tertunggak untuk dibayarkan, sehingga mereka pun meminta kejelasan terkait permasalahan tersebut. Saking kesalnya, mereka bahkan mengancam mogok kerja jika sistem penggajiannya masih belum memiliki kejelasan.
Salah satu PHL, Bambang, mengungkapkan bahwa ia beserta rekannya menilai perusahaan kontraktor pelaksana pembangunan rusunawa ini tidak adil. Pasalnya, mereka dituntut bekerja profesional, sementara gaji tak menentu kapan harus mereka terima.
“Kita juga butuh makan, kalau seperti ini siapa yang tidak marah. Padahal kita di janji setiap dua minggu gajian, nah setiap kali kita gajian selalu terlambat,” kata Bambang dengan raut muka kesal, di jalan Tari Enggan, Kelurahan Guntung, Minggu (11/9/) siang.
Bahkan jengkelnya lagi kata Bambang, acapkali ia dan rekan PHL lainnya dipimpong oleh pihak perusahaan jika menanyakan persoalan ini. Namun, tak pernah juga mendapat jawaban yang serius dari pihak perusahaan.
“Kita bertanya di arahkan kesini, bertanya lagi di arahkan ke orang yang berbeda, jadi kita bingung di tunjukkan sana sini tapi tidak jelas orangnya yang mana,” paparnya.
Lebih lanjut kembali ia menegaskan, jika pihak perusahaan belum memberikan kejelasan terkait sistem penggajian untuk para PHL, maka ia bersama rekan PHL lainnya akan melakukan aksi mogok kerja. Terlebih jika gaji mereka belum terbayarkan secara keseluruhan.
“Kalau tidak dibayar sesuai dengan kehadiran kerja kami, ya kita liat saja nanti, proyek ini akan semakin lambat pengerjaannya. Siapa yang mau kerja kalau belum dibayar gajinya,” Pungkasnya.
Sementara itu, Manajemen Konstruksi Proyek Rusunawa Muhammad Ari Cahyadi mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan rapat bersama seluruh konsultan dan pihak perusahaan guna membahas penetapan penggajian para PHL.
“Nanti kita akan bahas apakah gajian per satu bulan, per dua minggu, atau per dua bulan. Mudah-mudahan teman-teman PHL ini bisa sabar untuk menunggu keputusan nanti,” tutupnya.

