EKSPOSKALTIM, Samarinda- Lima orangutan dari Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo dalam Program Reintroduksi Orangutan dan Rehabilitasi Lahan Samboja Lestari, akan menempati rumah barunya di Hutan Kehje Sewen, Kutai Timur dan hutan Kutai Kartanegara setelah dilepasliarkan secara simbolik kehabitatnya oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (18/10/2016).
Pelepasliaran kelima orangutan itu merupakan kerjasama antara Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS) dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.
Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan bahwa Pemprov Kaltim sangat mendukung pelestarian keanekaragaman hayati termasuk pelestarian satwa langka di Kaltim.
"Populasi orangutan saat ini terus berkurang, karena maraknya eksploitasi hutan sejak puluhan tahun silam, pembukaan lahan perkebunan, terjadinya kebakaran hutan serta bencana alam lainnya. Karena itu, upaya yang tepat bagi kita saat ini dengan melakukan penyelamatan habitat orang utan," kata Awang saat memberikan arahan dalam acara pelepasliaran orangutan.
Dalam penyelamatan orangutan, Pemprov Kaltim memberi apresiasi khususnya kepada Yayasan BOS, PT. RHOI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKSDA serta semua pihak yang selama ini sudah melakukan langkah-langkah penyelamatan orangutan.
"Penyelamatan orangutan memerlukan kepedulian kita semua melalui berbagai upaya sesuai kemampuan kita masing-masing. Pemprov Kaltim sendiri saat dilaksanakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Kaltim menetapkan orangutan sebagai salah satu dari tiga maskot PON selain pesut dan burung enggang ," katanya.
Awang berharap, seluruh masyarakat di seluruh Indonesia akan tergugah untuk semakin peduli terhadap penyelamatan satwa-satwa langka.
"Keragaman alam hayati dan ekosistemnya harus kita pertahankan, kita lestarikan dan kita wariskan hingga ke anak-cucu yang akan datang," katanya.
Sementara itu pimpinan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Jamartin Sihite menyebutkan bahwa kelima orang utan yang dilepasliarkan tersebut menambah jumlah orangutan di Hutan Kehje Sewen menjadi 49 orangutan.
"Empat puluh sembilan orangutan tersebut adalah orangutan yang sudah kami lepasliarkan ke hutan Kehje Sewen yang luas lahannya mencapai 86 ribu hektar. Untuk kelima orangutan yang saat ini kita lepasliarkan berjenis kelamin betina dan jantan yang berasal dari Bengalon, Sangkulirang dan Sebulu di Kutai kartanegara," katanya. (rus/sul/es/humasprov)

