Peringatan BPBD Samarinda soal potensi cuaca ekstrem belum genap sehari. Namun hujan deras yang mengguyur kota pada Selasa (16/6/2026) siang langsung memicu genangan di sedikitnya delapan titik dan menumbangkan satu pohon di kawasan Jalan Wahid Hasyim I.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang hari ini, Selasa (16/6/2026), menguji kerentanan sejumlah kawasan di Samarinda.
Dalam waktu beberapa jam, sedikitnya delapan titik di berbagai wilayah kota terendam genangan dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter, sementara satu pohon tumbang dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Wahid Hasyim I.
Berdasarkan laporan BPBD Samarinda hingga pukul 16.00 Wita, hujan yang mulai turun sekitar pukul 12.30 Wita menyebabkan sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman tergenang dengan tinggi muka air rata-rata berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.
Delapan lokasi yang terpantau mengalami genangan meliputi Jalan Damanhuri depan Gang Ogok, Simpang Pramuka–Perjuangan, Jalan Mugirejo, Jalan AW Syahranie, kawasan Gunung Lingai, Jalan DI Panjaitan depan Terminal Lempake, Gunung Kapur, serta Jalan Gerilya.
Meski genangan terjadi di sejumlah titik, BPBD memastikan hingga laporan terakhir tidak terdapat fasilitas umum yang terdampak banjir maupun kejadian tanah longsor.
Namun demikian, hujan yang disertai angin kencang mengakibatkan satu pohon tumbang di Jalan Wahid Hasyim I, Gang Kampus Biru Blok C Nomor 43.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah peringatan BPBD Samarinda mengenai potensi cuaca ekstrem pada masa transisi musim. Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, sebelumnyamenegaskan bahwa hujan masih berpotensi terjadi hingga akhir Juni dengan curah hujan yang relatif tinggi.
“Memang benar masa transisi, hujan akan sampai akhir Juni, dengan curah hujan tinggi,” ujar Suwarso.
Berbagai langkah mitigasi pun telah dilakukan pemerintah, termasuk penyampaian informasi kewaspadaan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir maupun longsor. Namun, kesiapsiagaan warga tetap menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko saat cuaca ekstrem terjadi.
Ia memastikan bahwa warga Samarinda telah memahami karakteristik wilayahnya masing-masing, termasuk daerah yang memiliki riwayat genangan maupun bencana hidrometeorologi lainnya.
Kendati demikian, kondisi cuaca saat ini tetap memerlukan perhatian serius karena masa transisi sering kali menghadirkan hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
“Jadi warga Samarinda harus tetap waspadai,” tutup Suwarso.



