EKSPOSKALTIM, Bontang – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, W H Agustini, menanggapi keluhan yang ada dari pihak keluarga Muhammad Nur Alim, bocah 10 tahun penderita tumor otak yang dinilai tidak mendapat perhatian serius selama berobat di RSUD Bontang.
“Tumor yang ada di kepala pasien, bila berkembang cepat kemungkinan tumor ganas, dan kemungkinan menekan otak. Selain itu, pemeriksaan yang paling tepat dengan menggunakan MRI. MRI adalah salah satu cara dokter memeriksa dan menghasilkan gambar organ, jaringan, dan sistem rangka dengan resolusi tinggi. Hal itu nantinya dapat membantu dokter melakukan diagnosis berbagai kondisi pasien," kata Agustini (nama panggilannya. red), saat di temui di RSUD Bontang, Kamis (14/7/16).
Dikarenakan RSUD Bontang belum menggunakan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) tersebut, sehingga pihak RSUD perlu merujuk Nur Alim ke RS AWS Samarinda yang mempunyai MRI, untuk mendeteksi tumor yang diderita Nur Alim saat berobat ke RSUD Taman Husada Bontang.
“Kemungkinan tumor ganas, bila cepat berkembangnya. Dan sebaiknya bertanya kepada dokter spesialis, sebagai klinisi yang menanganinya. Keganasan atau tidak, dokter yang menanganinya yang lebih tahu. Keadaannya tumor tidak diketahui seberapa jauh perkembanganya, karena RSUD masih belum menggunakan MRI, dan juga posisi tumornya di kepala. Jadi memang banyak hal yang harus diketahui melalui pemeriksaan MRI, karena MRI belum bisa menjadi alat pendukung pemeriksaan di RSUD," urai Agustini.
Berita Sebelumnya : Kondisi Nur Alim Makin Parah, Keluarga Sesalkan Pelayanan RSUD Bontang
Agustini menyampaikan, RSUD Taman Husada Bontang belum memiliki alat MRI pendeteksi tumor. “Mohon maaf mas, untuk kejelasannya sebaiknya berbicara dengan dokter yang menangani penyakit tumor yang dialami oleh pasien kami. Karena ada beberapa alat dari kami yang kurang lengkap, salah satunya ya MRI,” tambahnya
Dia menegaskan, pihaknya telah melakukan upaya agar beberapa pasien memahami keterbatasan yang dimiliki rumah sakit ini. Akan tetapi, kata dia, ada beberapa pasien yang enggan untuk memahaminya.
“Kami sudah memberikan pengertian kepada pasien dan keluarga pasien. Ada beberapa yang mengerti akan kekurangannya alat yang ada di rumah sakit, dan ada beberapa juga yang tidak mengerti. Maaf kami ikut prihatin dengan pasien kami salah satunya (keluarga Nur Alim. red),” cetusnya
Kendati demikian, pihaknya berharap suatu saat nanti bila keadaan ekonomi sudah makin baik, RSUD bisa mengupayakan untuk melengkapi alat yang ada di rumah sakit ini, agar pelayanan dapat dioptimalkan lagi.
“Kami akan selalu mengupayakan yang terbaik, untuk pasien dan peralatan kesehatan di RSUD bisa lebih lengkap. Atas nama pribadi dan RSUD, saya mohon maaf atas keadaan yang menimpa pasien," pungkasnya.(*)

