EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Teka teki keberadaan Lasiyem (26) istri keempat Muliadi (55) terjawab sudah. Dugaan kasus pembunuhan Mulyadi (55) dan putranya, Putera Susilo (5) semakin menguat setelah Lasiyem ikut ditemukan tak bernyawa di sekitar kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (23/2) sekitar pukul 10.00 Wita.
Kini penyebab kematian ketiganya menjadi misterius dan tengah dalam penyelidikan dua Polres, yakni Balikpapan dan PPU. Sebelumnya, Muliadi dan anaknya merenggang nyawa secara misterius, Rabu (22/2) pagi di kediamannya sendiri Kawasan Gang Merpati RT 31, Balikpapan Utara. Sementara jasad Lasiyem pertama kali ditemukan oleh Ishak (54) seorang petani kebun pisang sekitar 50 meter dari rumahnya.
Jasad ditemukan dengan kondisi mulut terlakban dengan kaki dan tangan serta paha diikat. Tak jauh dari lokasi penemuan juga terdapat koper miliknya. Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta Jumat (24/2) siang di Mapolres Balikpapan tak menampik jika kasus penemuan jasad ini saling berkaitan.
Jeffry juga membenarkan jika hasil identifikasi sidik jari mayat wanita tersebut sesuai dengan milik Lasiyem. Meski begitu pria berpangkat melati dua itu belum bisa mengungkap hasil autopsi wanita tersebut. Jeffri hanya memastikan berdasarkan kasat mata luka tusukan senjata tajam yang bersarang di tubuh Lasiyem. "Alat kan tidak mungkin bohong," kata Jeffri menegaskan.
Pemeriksaan sidik jari jasad sendiri menggunakan alat pemindai milik Polres PPU dan hasilnya mengatakan identitas yang muncul adalah milik Lasiyem. Seperti diberitakan sebelumnya, Lasiyem selama di Balikpapan dan berstatus sebagai istri Mulyadi menggunakan identitas Sri Handayani, istri ketiganya.
Di kedua TKP pembunuhan menurutnya memiliki kesamaan modus pembunuhan. Namun bedanya di TKP Gang Merpati anggotanya belum menemukan senjata tajam atau tumpul yang digunakan untuk menghabisi nyawa bapak anak tersebut.
Terkait siapa pelaku pembunuhan berantai ini, polisi masih menerka-nerka. "Semua dugaan ada, pelaku masih dicari," kata dia didampingi Kasat Reskrim AKP Kalfaris TR Lalo. Usai mendapat kabar, Jeffri pada Kamis (23/2) kemarin sempat mendatangi TKP jenazah istri keempat Mulyadi tersebut. Jasad Lasiyem sendiri sebelumnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan guna autopsi.
Bersama jasad wanita tersebut, ada sejumlah barang yang diamankan diantaranya foto Lasiyem, koper, pakaian, serta sejumlah bukti lain yang Jeffri enggan menyebutkan. "Alat yang mirip dengan yang kita temukan di Balikpapan, ada lah," ujarnya.
Sejauh ini petugas masih menghimpun fakta-fakta yang ditemukan di dua TKP, baik Buluminung maupun rumah Mulyadi. "Kita susun fakta-fakta di tkp, kami akan bekerja dengan maksimal mengungkap kasus ini," tukas Jeffri.
Sebelumnya Mulyadi (55) yang merupakan seorang juragan angkot bersama putranya, Putera Susilo (5) tewas dengan mengenaskan. Putera adalah buah hatinya bersama istri keempat Mulyadi, Lasiyem (28). Saat ditemukan keduannya berada dalam sebuah kamar dengan posisi terlentang di atas tempat tidur. Sementara, Putera ditemukan dengan bagian wajah yang sulit dikenali. Di lehernya terlilit sarung. Diduga dia dibunuh setelah dicekik. Matanya terbelalak lebar dengan kondisi wajah membiru. Putera ditemukan di dalam sebuah lemari di kamar yang sama.
Sementara Lasiyem yang hilang dan dalam pencarian polisi ternyata ditemukan dalam keadaan tewas di sebuah kebun di Buluminung, PPU Kamis (23/2). Terikat dan mengalami luka tusukan, kematian tiga korban di dua tkp berbeda ini memiliki banyak kesamaan modua dan diduga terkait.

