EKSPOSKALTIM, Bontang - Salah satu yang menjadi tren dimasyarakat menjelang Ramadhan, yakni menggadaikan barang bernilai seperti halnya perhiasan emas. Entah uang hasil gadainya tersebut digunakan untuk apa selama Ramadhan, namun yang jelas hal tersebut sudah menjadi kebiasaan lama atau tradisi oleh sejumlah masyarakat.
Kepala Pimpinan Cabang Pegadaian Kota Bontang, Kasto, mengatakan menjelang bulan puasa ramadhan tahun ini, pihaknya mengalami peningkatan nasabah hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Memang pada momen menjelang bulan puasa seperti ini, kami mengalami kebanjiran nasabah, dan ini sudah berlangsung lama. Tetapi pada tahun ini, jumlah nasabah kita meningkat hingga 10 persen dari sebelumnya, dimana dalam sebulan kami bisa mengumpulkan 20 Miliar dari nasabah,” jelas Kasto, saat ditemui diruang kerjanya, Jalan Bhayangkara Ruko BTC, Kelurahan Bontang Gunung Elai, Rabu (15/6/2016).
Kasto menambahkan, capaian ini bisa saja terus meningkat hingga pertengahan ramadhan. Namun seminggu menjelang lebaran, biasanya masyarakat malah lebih banyak menyetor ketimbang menggadaikan barang.
“Hal ini kemungkinan besar akan meningkat pada pertengahan bulan puasa. Jika pada waktu seminggu menjelang lebaran, nasabah kami lebih banyak menebus. Kebanyakan barang yang digadai adalah emas, bisa saja tren pulang kampung ini mempengaruhi. Pasalnya orang-orang jika mudik wajib membawa perhiasannya, khususnya ibu-ibu,” terangnya.
Kastoro mengungkapkan, berbagai macam barang yang digadai nasabah, mulai dari Emas, Berlian, Perak, Permata, dan barang berharga lainnya. Tetapi hampir 90 persen, kebanyakan nasabah menggadaikan emas sebagai jaminan pinjamannya.
“Paling banyak nasabah menggunakan emas sebagai jaminan, dimana emas labih banyak beredar dimasyarakat. Hingga 90 persen jaminan gadai dari nasabah adalah emas,” tutupnya.

