PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kemarau Melanda, 1.300 Warga Dekat IKN Kesulitan Air Bersih

Home Berita Kemarau Melanda, 1.300 Wa ...

Kemarau Melanda, 1.300 Warga Dekat IKN Kesulitan Air Bersih
Distribusi air bersih dari Pemkab PPU untuk warga Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Rabu (19/8/2026) kemarin. Foto: Dok.Ekspos

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Sekitar 1.300 warga Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mengalami krisis air bersih akibat kemarau yang berlangsung dalam sebulan terakhir.

Warga desa yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) itu kini harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi setelah sungai dan sumur resapan yang selama ini menjadi sumber air warga mulai mengering.

Kepala Desa Karang Jinawi, Nurymansyah, mengatakan kekeringan melanda seluruh wilayah desanya yang terdiri dari dua dusun dan delapan RT. Total terdapat lebih dari 400 kepala keluarga atau sekitar 1.300 jiwa yang terdampak.

"Selama ini warga mengandalkan sungai dan sumur resapan untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus). Namun, beberapa hari ini air sudah tidak keluar dan sungai mengering," kata Nurymansyah, Kamis (20/8).

Warga belum terjangkau PDAM

Nurymansyah mengatakan Desa Karang Jinawi hingga kini belum mendapat aliran air bersih melalui jaringan PDAM.

Kondisi itu membuat warga terpaksa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk kebutuhan MCK, warga harus membeli air dalam tandon berkapasitas 1.200 liter seharga Rp100.000. Sementara untuk kebutuhan konsumsi dan memasak, harga air tandon mencapai Rp150.000.

Sebagian warga juga menggunakan air galon isi ulang dengan harga sekitar Rp5.000 per galon.

"Satu keluarga biasanya menghabiskan satu tandon air untuk empat hari, itu pun sudah dihemat-hemat. Kalau sebulan misalnya empat kali beli, pengeluaran warga untuk air saja bisa mencapai Rp400.000 lebih. Kondisi ini sangat memberatkan perekonomian warga, terutama kelompok menengah ke bawah," tutur Nurymansyah.

Warga berharap jaringan pipa air bersih OIKN

Warga, sebut Nurymansyah sejatinya sudah beberapa kali berupaya mencari sumber air dengan melakukan pengeboran mata air secara swadaya maupun melalui pemerintah desa. Namun, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

Karena itu, warga berharap Otorita IKN (OIKN) maupun Pemkab PPU dapat merealisasikan pembangunan jaringan pipa distribusi air bersih hingga ke permukiman mereka.

Warga berharap jaringan tersebut dapat memanfaatkan potensi sumber air dari Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi yang berada di sekitar wilayah mereka.

"Harapan kami ada sambungan pipa distribusi untuk warga dari OIKN atau PDAM. Kan sudah ada Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi di dekat sini. Kami sudah bersurat, mungkin masih berproses, tapi kami sangat berharap bisa segera direalisasikan agar warga tidak kesulitan air lagi setiap musim kemarau," ungkap Nurymansyah.

PPU Salurkan 62.000 Liter Air

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU bersama tim gabungan telah menyalurkan 62.000 liter air bersih pada Rabu (19/8/2026).

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan air disalurkan ke tandon penampungan terpadu di setiap RT serta sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, rumah ibadah, dan posyandu.

"Total air bersih yang didistribusikan mencapai 11 trip atau sebanyak 62.000 liter menggunakan armada mobil tangki gabungan BPBD, BWS Kalimantan IV, Dinas Perkimtan, dan PT IHM. Pengambilan air memanfaatkan sumber pasokan dari embung di RT 02," jelas Nurlaila lewat keterangan tertulis.

Penyaluran tersebut merupakan distribusi bantuan yang kedua. Tiga hari sebelumnya, BPBD juga telah mengirimkan armada untuk memasok air ke wilayah tersebut.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :