Korban ditemukan sejauh sekitar 2,6 kilometer ke arah timur laut dari lokasi awal kapal terbalik.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Alan, korban terakhir insiden kapal nelayan terbalik di perairan Muara Manggar, Balikpapan. Korban ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (17/7) pagi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita menerangkan jasad Alan ditemukan sekitar pukul 10.30 WITA setelah tim melakukan penyisiran intensif sejak pagi.
"Korban ditemukan sejauh sekitar 2,6 kilometer ke arah timur laut dari lokasi awal kapal terbalik, diduga akibat terbawa arus," kata Endrow.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut.
Penyisiran Dilakukan Sejak Pagi
Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WITA guna menentukan strategi dan titik pencarian.
Area penyisiran diperluas hingga mencakup sekitar 1,5 nautical mile persegi. Tim mengerahkan sejumlah sarana utama, di antaranya Rubber Boat dan Rigid Buoyant Boat (RBB), untuk menyisir perairan yang memiliki gelombang cukup tinggi.
Setelah seluruh korban berhasil ditemukan, Tim SAR menggelar debriefing pada pukul 11.35 WITA dan secara resmi menutup operasi pencarian. "Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing untuk kembali bersiaga," ungkap dia.
Operasi pencarian kali ini juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, BPBD Balikpapan, Satbrimob Polda Kalimantan Timur, Balawisata Dispora Balikpapan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Manggar, nelayan setempat, serta keluarga korban.
SAR Ingatkan Pentingnya Keselamatan di Laut
Endrow mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu mengutamakan aspek keselamatan sebelum beraktivitas di perairan.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan. Pastikan selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca, kondisi angin, dan gelombang sebelum melaut, serta memastikan penggunaan alat keselamatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan," ujar Endrow.
Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat semakin disiplin dalam menerapkan standar keselamatan saat melaut.



