EKSPOSKALTIM, Bontang- Rangkaian kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Bontang. Berakhir pada makan malam bersama dengan Pemerintah Kota Bontang, Direksi Pertamina (Persero) dan Direksi PT Badak di Gedung Serbaguna PT Badak, Jumat (21/10/2016) malam lalu.
ROMBONGAN Komisi VII DPR RI disuguhi dengan santapan laut khas Bontang, dilanjutkan dengan mendengarkan paparan singkat perihal pembangunan kilang oleh Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi.
Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi mengungkap Pertamina benar-benar serius untuk membangun refinery di Kota Taman. Kemantapan Rachmad mengenai hal tersebut dijelaskan dalam presentasi yang dibawakannya.
“Kalau kilang dibangun di tempat yang baru yang harus melalui pembebasan lahan, urusannya ribet. Kalaupun bisa waktunya lama, lebih dari 2 tahun, kami harus mulai dari awal lagi. Namun, bila kami bangun di PT Badak, tanah sudah free/clean, kami bisa bangun dari angka 5 bahkan 6. Boiler ada 21 buah, power generator ada 14, maintenance strategy PT Badak luar biasa melebihi Pertamina dan kualitas SDM PT Badak juga sangat bagus,” jelas Rachmad.
Kemudian dalam presentasinya, Rachmad memaparkan secara detail mengenai rencana pembangunan kilang yang akan dilakukan Pertamina, salah satunya gambaran area yang akan digunakan. Rachmad pun mengatakan bahwa sebelum refinery dibangun, Pertamina memberikan kesempatan bagi engineer PT Badak untuk mulai belajar mengenai dunia refinery di luar negeri.
“Mudah-mudahan dengan dukungan masyarakat dan Pemerintah, pembangunan secepatnya bisa dilakukan,” harap Rachmand.
Sementara itu, Ketua Rombongan Komisi VII DPR RI, Fadel Muhammad mengatakan ia optimis pembangunan kilang bisa terjadi di Kota Taman. Fadel menambahkan Komisi VII DPR RI akan berusaha membantu Pemerintah Daerah dan Pertamina untuk mendapatkan kebijakan fiskal, kebijakan perpajakan dan lain-lain dengan melakukan koordinasi bersama rekan-rekan di komisi lain di DPR RI sehingga pembangunan bisa segera terealisasi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengungkap ia memang menggebu-gebu mengenai rencana ini. Keinginan ini bukan tanpa sebab, Kota Bontang sudah ditetapkan sebagai Kota Industri oleh Pemerintah pusat. Keberadaan 2 pabrik besar, yakni PT Pupuk Kaltim dan PT Badak memberikan kontribusi besar pada APBN yakni sebesar 30% dan 10% berasal dari Bontang. Oleh karena itu, Neni menuturkan wajar bila Neni selaku Wali Kota Bontang ingin kilang dibangun di Kota Taman dan berharap sambungan jargas Tahun 2017 bisa dinikmati di 15 kelurahan.
Turut hadir dalam makan malam tersebut yakni Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase dan jajaran Pemerintah Kota Bontang. FKPD Kota Bontang, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Setyorini Tri Hutami beserta jajaran. (hms8/humas bontang)

