EKSPOSKALTIM, Bontang - Bermodalkan mesih yang telah ia modifikasi, penjahit ini dapat meraup penghasilan bersih sebesar Rp.350 ribu perharinya. Deden namanya, ia sehari-hari menjual jasa sebagai tukang jahit keliling di wilayah Kota Bontang.
Sudah setahun ia melakoni profesi ini. Karena tak memiliki cukup modal untuk menyewa tempat, ia pun rela menyusuri setapak demi setapak wilayah kota gas dan kendesat ini demi mencari pelanggan yang ingin mempergunakan jasanya.
Dengan telaten dan penuh rasa sabar, Dede meladeni pelanggan yang mempergunakan jasanya itu diatas motor tempat ia dudukan mesin jahitnya. Kemudian, dengan tangan terampilnya itu ia mulai menjahit helai demi helai pakaian dengan menuruti kehendak konsumen.
"Kebanyakan ada yang memperbaiki dan merombak pakaian atau celana. Ada yang menambal celana robek, mengganti resleting, serta ada pula yang mengecilkan atau membesarkan ukurannya jika memang masih memungkinkan," kata Dede sambil menggunting sehelai benang miliknya, di Jalan Bayangkara, Bontang Utara, Senin (27/6/2016).
Kendati ia hanya seorang penjahit keliling, namun keahliannya tak perlu diragukan lagi. Ia tak kalah dengan penjahit-penjahit lainnya. Terbukti, banyak pelanggan yang menggunakan jasanya itu. Bahkan ia bisa meraup keuntungan minimal Rp.7 jutaan dalam sebulan, terlebih dibulan Ramadhan ini penghasilannya pun meningkat.
"Memang saya hanya penjahit keliling, tapi keterampilan saya tidak kalah kok, terbukti dari orderan saya lumayanlah. Biasanya pelangan saya nelpon ketika ingin menjahit sesuatu," paparnya.
Dede berharap suatu saat nanti ia tak sekedar menjadi tukang jahit keliling. Namun ia juga berkeinginan memiliki tempat usaha, dan melebarkan usaha yang digelutinya ini tanpa harus meninggalkan profesinya sebagai tukang jahit keliling.
"Insya Allah untuk kedepannya, kalau saya punya modal yang lebih, saya ingin menyewa tempat untuk menjahit. Tetapi saya tetap tidak akan meninggalkan profesi saya sebagai tukang jahit keliling, karena menurut saya lebih baik menjemput bola ketimbang menunggu," cetusnya.

