PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pentingnya Menjaga Adab Makan dan Minum Menurut Pandangan Islam

Home Berita Pentingnya Menjaga Adab M ...

Pentingnya Menjaga Adab Makan dan Minum Menurut Pandangan Islam
Vadia Astuti (Mahasiswi Prodi Ekonomi Syariah UIN Samarinda).

EKSPOSKALTIM.COM - Makan dan minum merupakan nikmat Allah yang besar. Allah SWT telah menerangkan di beberapa ayat Al-Qur’an supaya manusia bisa mengambil hikmah dari ayat-ayat tersebut. Allah SWT ingin kita menyadari dan mensyukuri betapa besar nikmat yang Allah berikan melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi sebagai limpahan karunia dari Allah yang maha memberi rezeki maha dermawan.

1. Mencuci Kedua Tangan

Hal ini mungkin terlihat sederhana, namun di kondisi adanya Covid-19 seperti sekarang mencuci tangan sangan dianjurkan demi menghindari virus tersebut. Islam ternyata telah mengajarkan untuk mencuci tangan sejak ribuan tahun lamanya sebelum orang-orang di zaman modern baru sadar jika cuci tangan merupakan hal yang wajib dilakukan agar terhindar dari penyakit.

Hal tersebut dijelaskan dalam hadits dari Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata:

“Rasulullah SAW jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. Dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum.” (HR. Abu Daud no.222, An Nasa’i no.257, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i)

Mencuci tangan sebelum makan dan minum, yang dilakukan Rasullullah SAW itu  ternyata sudah diakui kebenarannya oleh dunia medis modern. Dilansir dari laman mayoclinic.org (1/4/2020), dijelaskan artikel "Hand-washing: Do's and don'ts" bahwa saat kita menyentuh orang, permukaan, dan benda sepanjang hari, kuman akan menumpuk di tangan. Dan kuman tersebut bisa berisiko menginfeksi saat tangan kita menyentuh bagian mata, hidung ataupun mulut. Bisa juga menularkannya kepada orang lain. Risiko infeksi tersebut juga ketika kita menyentuh makanan dan minuman tanpa cuci tangan terlebih dahulu. walaupun tidak mungkin bisa menjaga tangan seutuhnya terbebas dari kuman-kuman, tapi dengan seing mencuci tangan mampu membantu membatasi transfer bakteri, virus, dan mikroba lainnya.

2. Doa sebelum Makan

Setelah mencuci kedua tangan maka selanjutnya adalah dengan berdoa sebagai sebuah rasa syukur terhadap rezeki berupa makanan yang diberikan oleh Allah SWT. Anjuran untuk berdoa tersebut sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi.” (HR. At-Tirmidzi)

Sedangkan doa untuk makan sendiri berbunyi:

"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar".

Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau berkenan memberikan berkah (kemanfaatan) kepada    kami atas apa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami dan semoga Engaku           berkenan menjaga kami dari siksa api neraka yang menyakitkan.”

3. Konsumsi Hidangan yang Halal

Adab makan dan minum dalam Islam yang paling utama dan paling penting tentunya dalam hal memilih makanan dan minuman tersebut. Selalu usahakan dan pastikan jika makanan atau minuman yang akan dikonsumsi merupakan hidangan yang halal. Allah sangat melarang umat muslim mengonsumsi sesuatu yang haram, karena akan sangat banyak sekali kerugian yang didapatkan.

a.         Amalan tidak diterima

b.         Merusak hati dan akalnya

c.          Doa-doanya tidak dikabulkan

d.         Mengurangi iman dalam hatinya

e.         Mandzalimi diri sendiri ( karena mengandung mudharat atau keburukan, bisa berdampak buruk bagi kesehtan. Sperrti mengosumsi babi yang dapat menyebabkan penyakit cacing pita. Dan juga mengonsumsi alcohol yang dpaat merusak hati dan organ tubuh )

f.          Rusaknya keturunan ( merusak akhlak yang ada pada diri anak )

Allah telah perintahkan didalam Al-Quran surat Al-Mu’minun ayat 51:

"Y ayyuhar-rusulu kul mina - ayyib ti wa'mal li , inn bim ta'mal na 'al m"

Yang artinya : Allah berfirman, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

4. Duduk ketika Makan atau Minum

Seorang muslim dianjurkan tidak berdiri ketika makan atau minum. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik, ia berkata:

 “Nabi Muhammad SAW sungguh telah melarang minum sambil berdiri,” (H.R. Muslim).

 Syafri Muhammad Noor menjelakan dalam bukunya “makan dan minum sambil berdiri haramkah” yang berkata bahwa menurutnya kebiasaan minum sambil duduk bermanfaat dalam membantu menyehatkan ginjal. Makan dan minum duduk juga mampu menyehatkan pencernaan dan menenangkan syaraf.

Salah satu penyebab refkluks asam lambung adalah kebiasaan minum dan makan sambil berdiri. Jelas Ana Budi Rahayu

5. Tidak Mubazir /  terlalu berlebihan

Agama Islam melarang umat muslim melakukan kegiatan yang sia-sia atau mubazir. Allah SWT melaknat manusia yang berlebihan dalam melakukan segala sesuatu, baik dari berpakaian bahkan dalam hal makan dan minum.

Umat muslim dianjurkan untuk makan dan minum secukupnya. Ketika makan janganlah mengambil porsi makan yang terlalu berlebiha. Makanan tersebut bisa saja tidak habis karena kekenyangan. Dan yang paling parahnya lagi adalah rasa kekenyangan tersebut berakhir pada dibuangnya makanan yang masih tersisa.

Ada sebuah penelitian sains kesehatan mengungkapkan, makan berlebihan dapat mengakibatkan seseorang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi itu dapat mendatangkan berbagai penyakit seperti diabetes dan darah tinggi.

Allah telah berfirman dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 31, yang memiliki arti:

"Y ban dama khu z natakum 'inda kulli masjidiw wa kul wasyrab wa l tusrif , innah l yu ibbul-musrif n".

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

6. Akhiri dengan Berdoa

Jika sebelumnya diawali dengan doa makan, maka setelah makan akan diakhiri dengan doa setelah makan. Doa setelah makan tersebut berbunyi:

"Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa minal muslimiin"

Artinya : “Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah memberikan makanan dan minuman ini      serta jadikan kami sebagai orang-orang islam.”

Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim selalu mengikuti adab makan dan minum dalam Islam yang telah diperintahkan oleh Allah melalui Nabi Muhammad SAW, agar selamat baik di dunia maupun akhirat kelak.

Penulis : Vadia Astuti (Mahasiswi Prodi Ekonomi Syariah UIN Samarinda)

(Artikel di atas menjadi tanggung jawab si penulis, bukan redaksi EKSPOSKaltim.com)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

20%20%60%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :