PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Rupiah Kian Ambruk, Dolar AS Tembus Rp17.700

Home Berita Rupiah Kian Ambruk, Dolar ...

Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus Rp17.728 per dolar Amerika Serikat di tengah efek berantai konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak mentah, dan derasnya permintaan dolar AS di pasar domestik. 


Rupiah Kian Ambruk, Dolar AS Tembus Rp17.700
Ilustrasi - Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa siang. Hingga pukul 11.02 WIB, rupiah tercatat turun 60 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp17.728 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.668.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi efek lanjutan konflik Timur Tengah yang mulai merembet ke berbagai sektor ekonomi global.

“Ini masih euforia konflik Timur Tengah yang merembet ke mana-mana seperti kenaikan harga minyak mentah dan inflasi,” ujar Ariston. 

Menurut dia, meningkatnya kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat turut mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS ke level tertinggi baru sepanjang 2026.

Tercatat, yield obligasi AS tenor dua tahun berada di level 4,105 persen, tenor 10 tahun di 4,631 persen, dan tenor 30 tahun menyentuh 5,159 persen.

Kondisi tersebut membuat dolar AS semakin perkasa terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri. Harga minyak mentah dunia yang bertahan di atas 100 dolar ASper barel dinilai meningkatkan kebutuhan impor energi Indonesia dan memperbesar permintaan dolar AS di pasar domestik.

“Selain itu, ini lagi bulan dividen. Repatriasi dividen keluar negeri yang meningkatkan permintaan dolar AS juga menekan rupiah,” ungkap Ariston.

Pelemahan rupiah ini sekaligus memperpanjang tren tekanan terhadap mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan penguatan dolar AS.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :