PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

UMK di Bontang Kian Menggeliat, 657 NIB Baru Terbit dalam Empat Bulan

Home Berita Umk Di Bontang Kian Mengg ...

Pemerintah Kota Bontang mencatat penerbitan 657 nomor induk berusaha (NIB) pada Januari hingga April 2026, dengan hampir seluruhnya didominasi usaha mikro kecil yang bergerak di sektor jasa, kuliner, hingga perdagangan kreatif.


UMK di Bontang Kian Menggeliat, 657 NIB Baru Terbit dalam Empat Bulan
Teripang kering, salah satu usaha yang dijalankan oleh pelaku UMK di Kota Bontang, Kaltim. (ANTARA/ HO- DPMPTSP Bontang)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Usaha mikro kecil (UMK) di Kota Bontang terus menunjukkan pertumbuhan pada awal 2026. Dalam kurun empat bulan, Pemerintah Kota Bontang menerbitkan sebanyak 657 nomor induk berusaha (NIB) baru yang mayoritas berasal dari sektor usaha berbasis kerakyatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengatakan tingginya penerbitan NIB menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas usaha masyarakat dan iklim investasi di daerah tersebut masih bergairah.

“Adanya 657 NIB yang baru diterbitkan ini menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi tetap bergairah, khususnya pada sektor riil,” ujar Aspian di Bontang, dikutip Selasa (12/5).

https://eksposkaltim.com/berita/daya-tarik-bontang-menguat-investasi-tembus-rp308-triliun-17110.html

Ia menyebut dominasi UMK dalam penerbitan NIB baru mencapai 99,7 persen. Kondisi itu dinilai menunjukkan semakin luasnya aktivitas ekonomi mandiri masyarakat yang tidak lagi hanya bergantung pada sektor industri besar.

Menurut Aspian, selain aktif menarik investor dalam negeri maupun asing, Pemkot Bontang juga terus mendorong tumbuhnya lapangan kerja mandiri melalui sektor jasa, kuliner, hingga perdagangan kreatif.

Sepanjang 2025, total investasi yang masuk ke Bontang tercatat mencapai Rp3,08 triliun.

Aspian menilai tingginya jumlah NIB baru bukan sekadar angka administratif, tetapi mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap iklim investasi di Kota Bontang.

“Kami telah memangkas sekat birokrasi melalui sistem online single submission (OSS) agar pelaku usaha merasa aman dan nyaman. Kami adalah rumah yang siap menyambut investor dengan karpet merah,” katanya.

Pemkot Bontang juga menerapkan sistem perizinan berbasis risiko untuk mempercepat proses usaha dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Dari profil proyek yang masuk pada awal 2026, sebanyak 63,2 persen masuk kategori risiko rendah sehingga pelaku usaha dapat langsung beroperasi setelah NIB diterbitkan.

Sementara proyek dengan risiko menengah rendah tercatat sebesar 20,7 persen, risiko menengah tinggi 12,5 persen, dan risiko tinggi sebesar 3,7 persen.

“Dari sisi sumber investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih memegang kendali utama dengan angka 99,7 persen. Sisanya sebesar 0,3 persen berasal dari penanaman modal asing,” ujar Aspian.

https://eksposkaltim.com/berita/migas-tersembunyi-di-kaltim-13-sumur-baru-ditemukan-di-samboja-nilai-ratusan-miliar--17094.html

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pelaku usaha lokal mulai melihat Bontang sebagai kawasan potensial untuk mengembangkan usaha yang terhubung dengan sektor industri dan manufaktur yang sudah berkembang.

Didukung posisi strategis sebagai kota pelabuhan dan gerbang logistik di wilayah tengah Indonesia, Pemkot Bontang memprediksi arus investasi masih akan terus tumbuh hingga akhir tahun.

Pemerintah daerah juga berencana meluncurkan program insentif pajak dan kemudahan akses modal bagi pelaku usaha yang telah memiliki NIB baru.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :