PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tak Pernah Dipakai, Gedung RKM Bontang Rp5 Miliar Kini Harus Diperbaiki

Home Berita Tak Pernah Dipakai, Gedun ...

Dibangun dengan anggaran Rp5 miliar sebagai ruang kreativitas anak muda Bontang, Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) justru tak pernah digunakan.


Tak Pernah Dipakai, Gedung RKM Bontang Rp5 Miliar Kini Harus Diperbaiki
Alih-alih menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat, Gedung RKM Bontang selama bertahun-tahun hanya berdiri tanpa aktivitas. Foto: Ekspos/Nur

EKSPOSKALTIM, Bontang – Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) Bontang yang dibangun dengan anggaran Rp5 miliar kini harus kembali diperbaiki, meski belum pernah difungsikan sejak rampung dibangun.

Bangunan dua lantai yang berdiri di kawasan Lapangan HOP I itu menjadi bagian dari proyek pengembangan tahap kedua yang saat ini tengah dikerjakan Pemerintah Kota Bontang.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Robysai Manassa Malissa, mengatakan pekerjaan tahun ini difokuskan untuk menyempurnakan sejumlah bagian gedung yang sebelumnya belum rampung sekaligus memperbaiki kerusakan yang mulai muncul.

“Sebelumnya gedung ini belum dipasang plafon bagian luarnya. Kemudian walaupun tidak pernah dipakai, ada beberapa bagian yang sudah rusak dan WC juga akan kami perbaiki,” ujarnya.

Perbaikan tersebut masuk dalam paket pengembangan Lapangan HOP I tahap kedua dengan total anggaran mencapai Rp17,5 miliar.

Kondisi gedung yang belum pernah digunakan tetapi sudah mengalami kerusakan mendapat sorotan dari DPRD Kota Bontang.

Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, menilai seluruh persoalan teknis harus diselesaikan secara menyeluruh agar bangunan tidak kembali menjadi aset yang menganggur setelah rehabilitasi selesai.

“Saya enggak mau nanti ketika bangunan sudah selesai direhabilitasi, ternyata belum bisa digunakan juga. Semua hal-hal detail harus diperbaiki, mulai dari kebocoran plafon, toilet, dan listrik yang belum bisa difungsikan,” tegasnya.

Menurut Alfin, sejumlah temuan di lapangan menunjukkan kualitas bangunan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain kebocoran, ia juga menyoroti kondisi pengecatan yang dinilai kurang rapi di beberapa bagian.

Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan pertanyaan mengenai proses perencanaan maupun pengawasan saat pembangunan gedung dilakukan.

“Saya heran juga dulu bagaimana pengawasannya, perencanaannya seperti apa, atau konsultan pengawasnya seperti apa. Ini yang saya soroti betul, karena bangunannya sudah dua tahun dan tidak digunakan,” katanya.

Alfin menegaskan perbaikan RKM tidak boleh berhenti pada penyelesaian fisik bangunan semata. Pemerintah harus memastikan gedung tersebut benar-benar berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya.

Ia berharap RKM nantinya dapat menjadi ruang aktivitas bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, musik, hingga berbagai kegiatan anak muda di Kota Bontang.

“Sesuai namanya, RKM diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif, musik, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya,” tandasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :