PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

WALIKOTA BONTANG MENYIKAPI BAHAYA PENGGUNAAN MINYAK JELANTAH

Home Berita Walikota Bontang Menyikap ...

WALIKOTA BONTANG MENYIKAPI BAHAYA PENGGUNAAN MINYAK JELANTAH
Foto : Walikota Bontang, Neni Moerniaeni bersama dengan suami Sofyan Hasdam. (Dok. Eksposkaltim)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Minyak jelantah merupakan minyak bekas pemakaian kebutuhan rumah tangga umumnya, dapat digunakan kembali untuk keperluaran kuliner. Akan tetapi, bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. Jadi jelas, pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia, menimbulkan penyakit kanker, dan akibat selanjutnya dapat mengurangi kecerdasan generasi berikutnya.

Namun, dampak negatif yang ditimbulkan minyak jelantah ini sebagian besar tak disadari ataupun dipahami oleh masyarakat. Untuk itu, sebagai seorang pemimpin, Walikota Bontang Neni Moerniaeni memahami betul fungsi dan perannya untuk mengingatkan masyarakat, serta menyikapi persoalan yang dapat memberi dampak buruk terhadap masyarakat.

"Program saya kedepannya yaitu kita akan mengumpulkan minyak jelantah, dan dalam waktu dekat ini kita akan melakukan sosialisasi, agar pemakaian minyak goreng tidak lebih dari dua kali, karena itu salah satu penyebab kanker," kata Neni belum lama ini di Rumah Jabatan (Rujab), Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (22/6/2016).

Dia menjelaskan, secara bentuk dan rasa mungkin minyak goreng bekas ini masih memungkinkan untuk dipakai. Namun untuk kesehatan, menggunakan minyak jelantah secara berulang-ulang tidak disarankan, karena minyak goreng bekas berpotensi menimbulkan gangguan berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Minyak jelantah selain digunakan sebagai minyak goreng, juga bisa digunakan sebagai sabun. Minyak jelantah itu sangat banyak manfaatnya, dan itu salah satu alasan saya untuk memilih program tersebut,” pungkasnya

Tak hanya itu, kata dia,  minyak jelantah ini juga bisa dijadikan umpan pada perangkap tikus, bau asing minyak jelantah bekas penggorengan ikan misalnya, menjadi bau khas yang disuka oleh tikus.

Neni berharap, program tersebut bisa secepatnya direalisasikan, mengingat penggunaan minyak jelantah ini cukup beresiko terhadap masyarakat. Untuk itu, sesegera mungkin kata Neni masyarakat harus mengetahui hal tersebut.

"Insya Allah secepatnya kita laksanakan program ini, dan secepatnya bisa mensosialisasikannya. Karena penggunaan minyak lebih dari dua kali, sangat banyak radikal bebasnya. Nah, ini juga bisa menimbul penyakit-penyakit pada pengguna," tandasnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :