EKSPOSKALTIM.com, Bone - Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi meresmikan Planet Cinema Bone yang digadang-gadang menjadi kawasan hiburan terpadu terbesar di wilayah Timur Indonesia, Jumat (7/2/2020) siang tadi.
Dalam arahannya, Fahsar mengaku kehadiran Planet Cinema ini menjadi suatu kebanggaan, sebagai kabupaten yang terbuka untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Tonton juga video: Pelepasan 86 Jemaah Umrah Mahabbul Karim ke Tanah Suci
Meski begitu, orang nomor satu di Kabupaten Bone itu menekankan beberapa hal terhadap Planet Cinema Bone. Di antaranya memenuhi semua regulasi terkait dengan perizinan.
Namun kata Fahsar, dengan digelarnya peresmian ini menjadi satu bukti bahwa Planet Cinema ini telah memenuhi segala perizinan yang dipersyaratkan.
“Tentu tidak serta merta kami resmikan ini. Kami check and recheck dulu, apakah semua perizinan yang dibutuhkan setiap usaha (Planet Cinema) sudah dipenuhi?,” imbuhnya.
Dan dari hasil klarifikasi terakhirnya kata Fahsar terhadap semua dinas terkait persoalan perizinan, diketahui bahwa semua perizinan usaha Planet Cinema ini telah terpenuhi.
“Sehingga kita harus datang (pada peresmian ini) untuk memberikan dukungan dan respon, bahwa Planet Cinema sudah siap beroperasi,” pungkasnya.
Fahsar pun berpesan kepada owner Planet Cinema agar memprioritaskan tenaga kerja lokal Bone ketimbang luar, dengan komposisi 90 persen warga Bone dan 10 persen warga luar.
Berita terkait: Siap Manjakan Pengunjung, Ini Keunggulan Planet Cinema Bone
“Dan terbukti, dari 88 pekerja yang ada di sini, cuman 4 orang saja yang bukan orang Bone,” imbuhnya.
Selain itu, Fahsar juga menginstruksikan Planet Cinema untuk segera berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bone terkait pemasangan alat perekam transaksi objek pajak.
Hal itu berdasarkan aturan main yang dikerjasamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Daerah (Pemda), bahwa setiap usaha yang perlu mendapatkan pajak daerah maka harus dipasangkan alat perekam pajak online tersebut.
“Saya yakin, sebagai perusahaan yang mempunyai nama besar dan berskala nasional, (PT Planet Sinema Indonesia) pasti patuh dan taat kepada aturan-aturan seperti ini,” ujarnya.
Terakhir, Bupati Fahsar juga menekankan kepada manajemen Planet Cinema Bone untuk tidak melanggar etika-etika yang termaktub di dalam regulasi (izin) terkait yang diberikan.

