EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur tidak memperkenankan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah untuk dilaksanakan secara berjamaah di masjid, mushola ataupun lapangan, namun dilakukan di rumah masing-masing.
"Alhamdulillah, kita sepakat untuk menggelar Salat Ied di rumah saja,” ucap Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Sabtu (16/05/2020).
Baca juga: Minim Perlengkapan, Pejaga Portal Guntung Butuh Tambahan Termometer Gun
Kesepakatan ini diambil kata Neni, usai bermusyawarah dengan TNI-Polri, Diskes Bontang, Kemenag Bontang, MUI Bontang, serta pemuka agama di Kota Bontang.
Neni menambahkan keputusan ini dinilai merupakan pilihan terbaik di tengah kondisi seperti ini. Dia khawatir akan muncul kasus baru karena perilaku untuk tidak berdekatan safnya dan tidak berinteraksi akan sulit dilakukan. Belum lagi, jika ada pendatang atau pemudik ikut salat.
Oleh karena itu, Walikota Neni meminta kepada warga Bontang untuk turut mengikuti keputusan yang sudah disepakati ini. Hal itu dilakukan untuk kemaslahatan dan keselamatan bersama.
"Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu agar kita bisa beraktivitas seperti sedia kala,” harap Neni.
Baca juga: Pupuk Kaltim Bantu Vitamin dan Masker Untuk Ibu Hamil di Sekitar Perusahaan
Sementara Tim Gugus Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Bontang pada Sabtu 16 Mei 2020 merilis, terdapat 11 kasus confirm positif Corona, 4 sembuh.
Untuk Orang Tanpa Gelaja (OTG) berjumlah 137 orang, terdiri dari 94 selesai pemantauan dan 43 masih dalam pemantauan. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 16 orang, 11 berubah status menjadi positif Covid-19, 3 negatif dan 1 menunggu hasil swab.
Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 102, dengan selesai pemantauan 93 orang, dan 9 menjalani isolasi mandiri.

