EKSPOSKALTIM, Bontang - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang mendukung penuh langkah pencegahan virus corona yang dilakukan pemerintah Kota Bontang.
Salah satunya mendukung data-data keberadaan TKA di Bontang. Terkait eksekusi di lapangan pihaknya menyerahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bontang dan instansi lainnya.
Koordinasi lintas sektoral dilakukan instansi pemerintah Kota Bontang guna mencegah virus mematikan dari Wuhan China masuk ke Kota Taman (sebutan Bontang).
"Kalau itu (virus corona) sudah action kemarin, kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Kami kasih data, sekian tenaga asing bekerja di perusahaan Kota Bontang," ujar Kabid Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Usman HM.
"Contoh kemarin di PLTU (Kadere), itu langsung action Dinas Kesehatan. Kami membukakan jalan saja, Dinkes langsung lakukan pemeriksaan. Urusan kesehatan biarlah Dinkes, kami hanya beri data," sambungnya.
Dari data Disnaker itu tercatat ada 273 tenaga kerja asing (TKA) bekerja di wilayah administratif Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Sebanyak 242 TKA berasal dari negara China. Sisanya berasal dari Jepang (1), Australia (1), Thailand (26) dan India (3).
"Berdasarkan data rekapitulasi keberadaan TKA Perusahaan yang melapor ke Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang pada bulan Januari 2020, jumlah TKA ada 273 orang," katanya.
Lebih lanjut, TKA asal China bekerja di proyek PLTU Kaltim 2 Teluk Kadere, Bontang Lestari, Kalimantan Timur.
Mereka bekerja di beberapa perusahaan, di antaranya PT Chengda atau PT Graha Power Kaltim, PT D&C Engineering dan PT Zhejiang Tenaga Pembangunan Indonesia (ZTPI). (adv)

