PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OPINI : Relasi Agama dan Kesehatan Dalam Menghadapi Covid-19

Home Berita Opini : Relasi Agama Dan ...

OPINI : Relasi Agama dan Kesehatan Dalam Menghadapi Covid-19
Kelompok 08 KKN-DR UINSI Samarinda.

EKSPOSKALTIM.COM - Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Kondisi tubuh yang sehat membantu manusia untuk beraktivitas dan beribadah dengan baik. Agama Islam sendiri memiliki pandangan terhadap ilmu kesehatan, pola hidup sehat, pengobatan serta pengendalian fisik dan mental yang juga direfleksikan dalam Al-Qur’an dan ajaran yang dicontoh oleh Nabi Muhammad Saw. Berkaitan dengan kesehatan, terdapat kasus yang kini sedang menggemparkan dunia yaitu wabah penyakit menular yang sampai saat ini kasus tersebut telah banyak menelan korban jiwa hingga meninggal dunia setiap harinya, yaitu wabah Covid-19.

Umat Islam wajiblah melihat kasus ini sesuai dengan padangan hidup Islam, sebagaimana Islam menangani wabah penyakit yang kini sedang menjangkiti dunia yang juga pernah dialami pada masa Nabi Muhammad Saw. Sebenarnya cara pandang Islam melihat segala hal yang terjadi di dunia sudah terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 155-157. Artinya: “Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Berdasarkan ayat diatas, maka sikap yang seharusnya kaum muslimin menghadapi wabah ini adalah:
1)Menyakini virus  adalah makhluk Allah Swt.
Virus adalah makhluk Allah yang tunduk dan taat atas perintah Allah Swt. Dengan begitu manusia harus tetap kembali kepada jati dirinya dan menyakini bahwa Allah Swt memiliki kuasa dan kehendak terhadap kejadian ini. Allah mampu menghilangkan virus ini jika Dia menghendakinya. Jadi, kita sebagai umat manusia harus senanstiasa bergantung kepada Allah Swt.
2)Berdoa kepada Allah Swt.
Berdoa merupakan senjata bagi orang mukmin. Berdoa karena khawatir terhadap penyebaran virus dan tidak bersikap paranoid atau cemas yang berlebihan. Berdoa agar selamat dan terjaga dari penyebaran virus korona. Sebagai hamba Allah yang lemah, kita perlulah sentiasa mendekatkan diri kepada Allah untuk memohon pertolongan dariNya. Dengan bantuanNya saja lah semua perkara dapat dipermudahkan, diselesaikan dan sebagainya.
3)Mengikuti anjuran yang diajarkan Rasulullah Saw.

Bencana wabah juga terjadi pada zaman Nabi Muhammad Saw, pada masa itu Nabi Muhammad Saw mendirikan tembok di sekitar daerah yang terjadi wabah sebagai bentuk pencegahan dan menjanjikan kepada mereka yang bersabar dan tinggal akan mendapatkan pahala sebagai mujahid di jalan Allah. Sedangkan mereka yang melarikan diri dari daerah tersebut diancam malapetaka dan kebinasaan seperti sabda Rasulullah: “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu”. (H.R Bukhari dan Muslim)

Indonesia dalam menghadapi covid-19 ini tidak mengambil langkah lockdown melainkan isolasi karena dikhawatirkan akan melumpuhkan perekonomian Indonesia. Kebijakan ini merujuk kepada kebijakan Rasulullah Saw sebagaimana sabdanya: Dari Aisyah rahiallahu ‘anhu, bahwasanya dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw tentang wabah (tha’un), maka Rasulullah mengkhabarkan kepadaku: “Bahwasanya wabah (tha’un) itu adalah adzab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha’un) dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala (di sisi Allah) dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid.”

Di Indonesia saja sekarang walaupun pemerintah tidak melakukan lockdown, banyak orang orang bawah yang sangat merasakan akibat dari pembatasan aktivitas atau PPKM.  Dengan begitu banyak orang kehilangan pekerjaan dan banyak juga yang gulung tikar karena pandemi ini. Tapi tetap kita sebagai muslim harus bergantung kepada Allah SWT, karena sebagaimana hadits di atas kita tidak perlu ragu  akan rezeki dari Allah. Allah akan memberika rezeki kepada umatnya melalui  cara Nya sendiri dan kita tidak perlu terlalu khawatir juga tidak boleh berprasangka buruk kepada Allah SWT.

Ajaran Islam sarat dengan tuntutan-tuntutan pola hidup yang sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Mulai dari ajaran untuk menghindari penyakit dan segera berobat apabila sakit, bersabar dan banyak beristighfar bila mendapatkan musibah, pantang berputus asa dan merawat serta memperlakukan orang yang sedang sakit dengan cara baik, jika sedang tertimpa musibah termasuk jika sedang sakit diperintahkan untuk banyak bersabar sambil berikhtiar. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 195. Artinya: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasann dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Seperti yang telah kita ketahui, pencegahan virus corona dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan memiliki pola hidup yang sehat. Hal itu ternyata sudah diatur dalam agama Islam. Seperti beberapa contoh ini:


1)Menjaga kebersihan dengan berwudhu
Firman Allah Swt dalam Al-Qur’an (At-taubah: 20) artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis. Maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam, sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.


Makna dari ayat tersebut adalah Islam menganjurkan kita untuk berwudhu. Hal ini karena dengan berwudhu dapat membersihkan anggota badan kita dari najis. Rahasia wudhu adalah mendapat kesucian yang besar.


2)Mencuci tangan
Anjuran mencuci tangan juga selaras dengan sabda Rasulullah Saw, “Barangsiapa tertidur dan di tangannya terdapat lemak (kotoran bekas makanan) dan dia belum mencucinya, maka janganlah dia mencela melainkan dirinya sendiri” (HR Abu Daud). Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa mencuci tangan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjaga kebersihan. Sebagaimana juga di masa pandemi Covid-19 ini kita dianjurkan untuk selalu mencuci tangan setiap selesai melakukan aktivitas agar tidak ada virus yang menempel di  tangan, karena banyak aktivitas yang kita lakukan menggunakan tangan.


3)Menjaga jarak
Hadis Rasulullah Saw yang dikutip dalam kitab Al-Muwatta’ Imam Malik: “Tidak boleh membuat kemudharatan pada diri sendiri dan membuat kemudharatan pada orang lain”. Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita menghindari potensi apapun yang dapat membuat seseorang terinfeksi wabah tersebut dengan cara menjaga jarak. Salah satu contoh adalah saat kita sedang antri sesuatu, usahakan tetap jaga jarak satu dengan yang lain agar tetap mematuhi  protokol  kesehatan dan bisa memutus rantai  Covid-19.


4)Mengkonsumsi makanan yang sehat/baik
Sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur’an (Al-Baqarah: 168) artinya:“Wahai Manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” Dari ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa mengkonsumsi makanan yang baik merupakan salah satu hal yang sangat penting juga dalam memperkuat imunitas tubuh manusia. Saat pandemi seperti ini kita tetap harus memilah makanan yang sehat dan bergizi untuk kita konsumsi  agar badan tetap sehat.


5)Berolahraga
Abu Hurairah berkata,  “Tidaklah aku mengetahui sesuatupun yang lebih bagus dibandingkan Rasulullah SAW, wajahnya terang seperti matahari. Dan tidaklah aku mengetahui seorang pun yang lebih cepat jalannya dibandingkan dengan Rasulullah SAW.” (HR. Ahmad). Hadits ini menggambarkan tentang kelebihan fisik Nabi SAW karena rajin berolahraga. Dari hadits ini kita bisa belajar bahwa, apabila kita rajin berolahraga maka akan membentuk fisik yang kuat dan sehat.

Penulis : Kelompok 08 KKN-DR UINSI Samarinda.

(Artikel di atas menjadi tanggung jawab si penulis, bukan redaksi EKSPOSKaltim.com)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :