EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Ketua Fraksi Gerindra Bersama Berkarya, Sutarmin, menilai betapa besarnya ketergantungan pendapatan daerah kepada pemerintah. Menurutnya itu terlihat dari penerimaan pendapatan daerah Bontang terbanyak berasal dari pendapatan transfer pemerintah yaitu 74,95 persen.
Hal itu disampaikan Sutarmin sebagai pandangan umum Fraksi Gerindra Bersama Berkarya terhadap Nota Keuangan dan Raperda mengenai APBD Kota Bontang 2024, Senin (18/9/2023).
Dibeberkan Sutarmin, Anggaran Belanja Daerah Kota Bontang tahun 2024 yakni sebesar Rp 2,1 triliun. Adapun klasifikasi, belanja operasi sebesar 75,29 persen, belanja modal sebesar 24,40 persen, dan belanja tidak terduga sebesar 0,31 persen.
Sedangkan, target penerimaan Pendapatan Daerah Bontang Tahun 2024 sebesar Rp 1.9 Triliun yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) sebesar 12,17 persen, pendapatan transfer sebesar 87,46 persen, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar 0,38 persen.
Dikatakan Sutamin, besarnya potensi sumber pendapatan daerah yang dimiliki Kota Bontang belum mampu dikelola dengan baik.
"Bisa jadi angka ketergantungan kita pada sumber penerimaan yang berasal dari pendapatan transfer akan terus bertambah dari yang ditargetkan hari ini," paparnya.
Pihaknya pun mempertanyakan upaya Pemkot Bontang untuk peningkatan PAD dalam mempraktekan inovasi yang sudah dibuat dan telah menghabiskan anggaran yang cukup besar.
"Tapi pada kenyataannya, rasio target pendapatan daerah yang bersumber dari PAD tidak seimbang dengan sumber pendapatan daerah yang lain," bebernya.
Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui mengenai asumsi pemerintah daerah terhadap gejolak politik nasional dengan momentum pemilu 2024 terhadap APB Tahun 2024.
"Untuk inflasi, dengan rujukan Kota Samarinda, bagaimana gambaran persentase ril tingkat inflasi di Kota Bontang?," tanyanya.
Tak hanya itu, Sutarmin ingin tahu program prioritas pernerintah untuk menanggunlangi dan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Bontang. Termasuk program pemerintah daerah untuk menjawab program Bontang Beradab.
"Saya ingin agar pemerintah berupaya mendorong dalam pertumbuhan ekonomi berbasis keluarga, lingkungan, masyarakat. komunitas dan memberi ruang tumbuhnya inovasi dari berbagai sektor yang produktif," katanya.
Sutarmin berharap, untuk segala pembangunan yang sudah direncanakan dapat dikerjakan sampai tuntas.
"Salah satu contoh pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah BTN Bontang Barat, ada beberapa pekerjaan yang sudah lama dimulai, namun hingga hari ini belum juga selesai," pungkasnya.(Adv)

