EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyoroti Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 6 Tahun 2018, tentang tata cara pemberian dan pertanggungjawaban hibah bantuan sosial yang bersumber dari APBD.
Dari itu, legislator yang akrab disapa AH mendorong kegiatan Rapat Kerja (Raker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang melahirkan rekomendasi untuk merubah Perwali tersebut.
"Melalui rapat kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang, kami menginginkan ada rekomendasi. Perwali harus dirubah," katanya, saat ditemui di sela-sela Raker KONI Bontang, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota, Jalan Awang Long, Bontang Utara, Sabtu (23/09/2023).
Ia menjelaskan, rekomendasi yang pertama yakni soal kepentingan atlet. Kedua, soal sinergitas Dinas Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang. Sebab OPD tersebut yang dianggap memegang kendali rencana program cabang olahraga (cabor).
"Jadi jangan saling melempar tanggung jawab. Harusnya Dispopar yang menyusun program. Setelah itu, panggil cabor untuk berbicara. Cabor mana-mana saja yang akan diunggulkan dan ditingkatkan," tuturnya.
Munurutnya, sebanyak apapun program yang disusun masing-masing cabor namun tidak ditopang dengan anggaran, maka program tersebut juga sulit terealisasi.
Adapun rekomeneasi ketiga yakni, inventarisasi cabor dan atlet untuk lebih ditingkatkan. "Supaya cabor atau atlet yang belum berprestasi juga bisa ditingkatkan. Jadi penting untuk mendesak pemerintah untuk mengubah perwali," sebutnya.
Sejauh ini, kata dia, prestasi atlet Bontang cukup mumpuni. Hanya saja perlu dukungan pembinaan dan anggaran. Sebab, aspek-aspek tersebut menjadi poin penting dalam memajukan dan mengembangkan roda perkembangan KONI Bontang.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Bontang, Jamaluddin menerangkan, raker ini bertujuan untuk menyusun kegiatan dan membangun kerjasama dengan seluruh stakeholder, guna menyiapkan atlet-atlet lokal yang handal dan profesional.
“Bukan hanya atlet yang berprestasi, namun cabor dan KONI nya pun ikut berpartisipasi dalam menghasilkan atlet profesional,” terangnya.
Jamaluddin berharap, pemerintah dapat mendukung dalam menyiapkan sarana dan prasarana untuk atlet Kota Bontang.
“Entah Perwali mengenai anggaran ini bisa dirubah atau tidak, tapi saya ingin pemerintah menyiapkan anggaran agar atlet dapat setiap saat bertanding di kejuaraan luar,” ujarnya. (Adv)

