PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Cerita Sekolah Swasta Tersisih di Balikpapan, Tahun Ini Tak Punya Siswa Baru

Home Berita Cerita Sekolah Swasta Ter ...

Cerita Sekolah Swasta Tersisih di Balikpapan, Tahun Ini Tak Punya Siswa Baru
SD Islam Cokroaminoto tak memiliki siswa baru pada tahun ini. Foto: Ekspos

Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Tahun ajaran baru 2025/2026 jadi momen paling sunyi bagi SD Islam Cokroaminoto, Balikpapan. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, sekolah ini tak menerima satu pun murid baru di kelas 1.

“Biasanya masih ada sepuluh anak yang masuk, tapi tahun ini benar-benar kosong,” kata Ellitawati Zainal, bendahara sekolah sekaligus guru di SD Cokroaminoto, Senin pagi (28/7).

Ellitawati menduga sepinya peminat salah satunya dipicu kebijakan pemerintah yang semakin memudahkan anak usia di bawah tujuh tahun masuk ke sekolah negeri. Sementara sekolah swasta seperti Cokroaminoto makin tersisih.

“Sekarang anak-anak lebih gampang masuk ke negeri. Kami jadi sulit dapat murid,” ujarnya.

SD Cokroaminoto berdiri sejak 1959 dan pernah berjaya. Namun sejak pandemi COVID-19 pada 2021, kondisi sekolah terus merosot. “Sejak COVID, murid makin berkurang drastis,” tambahnya.

Tak hanya di kelas 1, jumlah siswa di semua tingkat juga ikut menyusut. Dari kelas 2 hingga 6, kini hanya tersisa 31 anak. Bukan karena pindah sekolah, tapi ikut orang tua yang harus pindah kerja, terutama ke Jawa dan Sulawesi.

Imbas dari menurunnya jumlah siswa terasa langsung bagi para guru. Jika sebelumnya ada 10 tenaga pengajar, kini hanya tersisa enam orang. Para guru juga harus merangkap mengajar lebih dari satu kelas.

“Yayasan minta kami pegang dua kelas sekaligus karena murid sedikit,” ujar Ellitawati.

Ia mengajar di SD Cokroaminoto sejak 2005. Sempat pensiun, namun kembali mengajar pada 2021. Kini, selain jadi guru kelas, ia juga merangkap bendahara sekolah.

Letak sekolah yang berada di tengah kota ternyata belum cukup jadi daya tarik. Justru lokasi itu membuat sekolah diapit oleh empat SD negeri yang jadi pesaing berat.

“Kami kalah saing, padahal tempat kami strategis,” kata Ellitawati.

Sekolah ini juga sempat membuka jenjang SMP, tapi akhirnya tutup karena minimnya murid dan kekurangan guru. Meski izinnya masih ada, untuk menghidupkan kembali sekolah lanjutan itu, menurut Ellitawati, sangat sulit.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :