EKSPOSKALTIM, Bontang - Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kemenag Bontang Ali Mustofa menerangkan kurangnya kuota haji di tahun 2016 ini, disebabkan dampak dari musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram pada bulan September 2015 lalu, yang mengakibatkan ratusan jemaah meninggal dunia.
Diimbuhkannya, setiap daerah masing-masing mengalami pengurangan kuota haji sebanyak 20 persen. Namun jika perbaikan Masjidil Haram ini sudah selesai, maka kuota akan kembali seperti awal atau normal kembali.
"Seluruh dunia kena pengurangan kuota. Kita di Bontang kena juga, yang tadinya kuota kita sebanyak 135 orang menjadi 110 orang saja," kata Ali dikantornya, Rabu (9/8) siang.
Butuh 25 tahun lamanya untuk menunggu keberangkatan setelah masyarakat melakukan pendaftaran haji. Olehnya itu, disarankan bagi yang merasa sudah cukup mampu agar segera mungkin melakukan pendaftaran.
"25 tahun itu cukup lama. Kan kita tidak tahu sampai berapa umur kita, apalagi kalau yang sudah tua baru melakukan pendaftaran. Ini sangat banyak yang mengantri, kalau tidak salah sekitar 2.800 orang," bebernya.
Ali berharap masyarakat Bontang pada umumnya, baik muda maupun tua untuk melakukan ibadah haji jika sudah merasa mampu
"Tidak mesti yang tua bisa melakukan haji, anak muda juga bisa yang penting balik tentunya," tutupnya.

