PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Demi Hemat BBM, ASN WFH Seminggu Sekali Usai Lebaran

Home Berita Demi Hemat Bbm, Asn Wfh S ...

Pemerintah bersiap mengubah pola kerja pasca-Lebaran. Strategi menekan konsumsi energi di tengah tekanan global.


Demi Hemat BBM, ASN WFH Seminggu Sekali Usai Lebaran
Ilustrasi- pemerintah bersiap memberlakukan WFH sekali sepekan. Foto: CNN

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan mulai diterapkan setelah Lebaran 2026. Dengan sasaran utama penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini akan diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan dianjurkan untuk diikuti sektor swasta.

“WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujarnya, dikutip Minggu (22/3). 

Ia menegaskan skema WFH tidak akan penuh. Melainkan hanya satu hari dalam sepekan. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri agar implementasinya berjalan efektif.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebijakan ini memiliki dampak langsung terhadap efisiensi energi, khususnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Ada hitungan kasar sekali … (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya. Menurut dia, pembatasan hanya satu hari bertujuan menjaga keseimbangan antara efisiensi dan produktivitas kerja.

https://eksposkaltim.com/berita/jadi-cermin-kinerja-wali-kota-dan-wakil-wali-kota-agus-haris-minta-opd-serius-susun-lppd-16472.html

“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” ujarnya.

Ia menambahkan jika diterapkan misalnya pada Jumat, maka akan terbentuk pola akhir pekan panjang yang berpotensi mendorong aktivitas domestik sekaligus memberi efek bagi sektor pariwisata.

Kebijakan ini sebelumnya didorong langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet, sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap tekanan global, terutama di sektor energi.

“Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” kata Presiden.

Langkah serupa juga mulai ditempuh sejumlah negara. Thailand mendorong kerja dari rumah bagi pegawai negeri dan pembatasan penggunaan listrik, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari, sementara Pakistan menyiapkan skema kombinasi pembelajaran jarak jauh dan WFH.

Dengan skema ini, kata dia, pemerintah tidak hanya mengatur ulang ritme kerja, tetapi juga mencoba menggeser pola konsumsi energi, dari mobilitas harian menuju efisiensi yang lebih terukur.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :