PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Wali Kota Neni Tegaskan Zakat Harus Habiskan Kemiskinan di Bontang, Bukan Sekadar Santunan

Home Berita Wali Kota Neni Tegaskan Z ...

Wali Kota Neni Tegaskan Zakat Harus Habiskan Kemiskinan di Bontang, Bukan Sekadar Santunan
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen utama dalam membantu warga miskin dan menekan angka kemiskinan di daerah.

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen utama dalam membantu warga miskin dan menekan angka kemiskinan di daerah.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Bontang Berzakat yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (11/3/2026).

“Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga instrumen penting untuk membantu mengurangi kemiskinan dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat,” tegasnya.

Menurut Neni, pengelolaan zakat yang tepat sasaran mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat kurang mampu, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga mendorong peningkatan kesejahteraan.

Ia juga menekankan bahwa zakat tidak boleh berhenti sebagai bantuan konsumtif semata, melainkan harus diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi.

“Targetnya zakat tidak hanya menjadi bantuan sementara, tetapi bisa menjadi modal usaha yang mengubah status penerima manfaat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki),” ujarnya.

Neni mengungkapkan, tren penurunan angka kemiskinan di Kota Bontang menunjukkan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan pengelolaan zakat berjalan efektif.

“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan kita terus menurun di angka 3,2 persen, bahkan kemiskinan ekstrem di Kota Bontang telah mencapai nol persen. Ini membuktikan bahwa sinergi zakat dan kebijakan pemerintah berjalan beriringan,” katanya.

Ia turut mengapresiasi peran Baznas dan partisipasi aparatur sipil negara (ASN) dalam menunaikan zakat, yang dinilai berkontribusi besar terhadap peningkatan penghimpunan dana zakat di Bontang.

Sementara itu, Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga, menyebutkan bahwa pihaknya berhasil menghimpun zakat sekitar Rp8 miliar per tahun, dengan partisipasi ASN melalui sistem potong gaji mencapai 80 hingga 85 persen.

“Partisipasi ASN saat ini sudah mencapai sekitar 80 sampai 85 persen melalui sistem potong gaji 2,5 persen,” ungkapnya.

Pada momentum Ramadan tahun ini, Baznas juga meningkatkan penyaluran bantuan kepada masyarakat, dengan total sekitar 7.500 paket yang disalurkan kepada warga membutuhkan.

Melalui penguatan peran zakat, Pemerintah Kota Bontang berharap upaya pengentasan kemiskinan dapat semakin dipercepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.


Editor : Maulana
Tags : ADV Kominfo

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :