PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Jangan Asal Kasih Gadget, Ingat Dampak Screen Time pada Anak

Home Berita Jangan Asal Kasih Gadget, ...

Dokter spesialis neurologi anak mengingatkan penggunaan screen time pada anak harus dibatasi dan didampingi, karena tanpa kontrol dapat memengaruhi perkembangan interaksi dan fungsi otak.


Jangan Asal Kasih Gadget, Ingat Dampak Screen Time pada Anak
Ilustrasi dampak anak screen time. Foto: Getty Images

EKSPOSKALTIM, JakartaDokter spesialis anak subspesialis neurologi anak lulusan Universitas Indonesia, dr. R R Amanda Soebadi, Sp.A(K), M.Med (ClinNeurophysiol), menjelaskan bahwa screen time tidak hanya terbatas pada ponsel, tetapi juga mencakup televisi dan tablet.

“Screen time itu tidak harus HP ya, sama saja dengan tablet, televisi itu juga screen time,” ujarnya, dikutip Kamis (30/4). 

Ia menyarankan pemberian tayangan seperti televisi baru dilakukan pada anak berusia di atas dua tahun dengan durasi maksimal satu jam per hari. Jika diberikan lebih dini, maka pendampingan langsung dari orang tua atau pengasuh menjadi hal yang penting.

https://eksposkaltim.com/berita/campak-mengintai-di-kaltim-cakupan-imunisasi-masih-60-persen-16658.html

Menurutnya, selama anak menonton, orang tua perlu aktif mengajak berinteraksi dengan membahas tayangan yang sedang dilihat. Hal ini bertujuan agar anak tidak hanya menjadi pendengar pasif.

Selain itu, orang tua juga diminta menentukan tujuan sebelum memberikan akses screen time, sekaligus mengatur durasi tayangan secara tegas.

“Misal satu episode kartun itu 30 menit, setelah selesai, matikan televisinya. Bukannya sudah selesai, ditanya mau nonton apa sekarang di Youtube,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan anak terlalu lama menggulir layar dengan tontonan cepat, mengingat kondisi otak anak yang masih dalam tahap perkembangan.

Amanda menekankan bahwa penghentian screen time harus diikuti dengan kegiatan pengganti yang berkualitas, seperti mengajak anak berbicara saat makan, bermain puzzle, atau menyusun balok.

https://eksposkaltim.com/berita/psikolog-ingatkan-bahaya-%E2%80%9Cjalan-pintas%E2%80%9D-gawai-pada-anak-16798.html

“Jadi tidak bisa, pokoknya gadget-nya diambil saja, habis itu terserah anak mau ngapain. Kegiatan pengganti yang ideal itu memang kalau anak bisa bermain interaktif dengan pengasuhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang menyalakan televisi sepanjang hari. Kondisi ini dinilai dapat membuat anak terbiasa tidak merespons saat diajak berinteraksi.

“Karena anak terbiasa mendengar orang berbicara, jadi aku tidak perlu merespons karena tidak ada orang yang kecewa jika aku tidak merespons televisi,” katanya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :