EKSPOSKALTIM, Bontang – Para penipu ternyata tak pandang bulu untuk menjadikan seseorang sebagai korbannya. Entah itu rakyat biasa, pegawai, publik figur, atau bahkan aparat kepolisian sekalipun. Seperti yang menimpa Kabag Humas Polres Bontang Iptu Suyono, yang menjadi salah satu sasaran target penipuan melalui via telepon seluler.
Suyono mengisahkan, tak hanya sekali ia menerima telepon dari orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencoba menipunya. Modus penipuannya pun berbeda – beda, mulai dari menang undian dari perusahaan tertentu atau bahkan berpura-pura sebagai anggota kepolisian.
“Kalau nomor saya sering, bukan hanya sekali saja, dalam sehari terkadang 3 sampai 4 kali menelpon. Katanya saya dapat hadiah puluhan juta dari telkomsel, ada juga bilang anak saya ditilang, ditangkap bawa narkoba, dan sudah diamankan di kantor polisi. Katanya kalau mau dibebaskan harus bayar uang tebusan puluhan juta,” ujar Suyono, usai menerima telepon dari oknum penipu melalui via telepon yang didengar langsung oleh tim Ekspos Kaltim, Selasa (23/8) dini hari tadi.
Atas kejadian ini, Suyono pun menghimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai segala bentuk penipuan melalui via telepon, terlebih langsung memberikan apa yang mereka inginkan tanpa memiliki informasi yang detail. Ia juga menghimbau kepada warga, jika mengalami kejadian tersebut baiknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengecek kebenarannya.
“Kami menghimbau kepada masyarakat, jika mendapat undian dari mana saja baik dari kaleng cat, makanan ringan, dan lain-lain yang mengatasnamakan perusahaan dan Kepolisian Republik Indonesia, baiknya sebelum melakukan registrasi agar mendatangi kepolisian untuk meminta petunjuk dan bantuan. Karena ada kode polisi yang sah, apakah itu benar atau tidak dari kepolisian yang tidak dipakai oleh si penipu,”bebernya.
Masyarakat juga disarankan untuk tetap tenang jika mendapat informasi seperti itu, menggunakan nomor yang sebelumnya tidak tercantum di nomor ponsel. Sebab kata dia, si penipu bisa memanfaatkan moment-moment tertentu untuk melancarkan aksinya.
“Baiknya jika menerima telepon dengan nomor baru agar tetap tenang dan tidak terburu-buru, sebab penipu seperti mereka menggunakan moment tertentu seperti tengah malam saat kita sudah mengantuk, bahkan juga saat kita sudah tertidur. Bahkan subuh, pagi, atau pun di siang hari karena pada waktu tersebut pikiran kita masih kosong dan mudah dikendalikan,” tukasnya. (*)

