EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pelayanan di Autis Center Bontang hingga kini masih belum berjalan maksimal akibat terbatasnya jumlah tenaga terapis yang tersedia.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparudin, menjelaskan, kendala utama saat ini terletak pada proses kelembagaan Autis Center yang belum selesai.
Selama administrasi kelembagaan masih berproses, pemerintah daerah belum dapat melakukan penambahan tenaga baru, baik pembina, guru pendamping, maupun terapis.
“Karena kelembagaannya masih dalam tahap proses, jadi belum bisa dilakukan penambahan SDM,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, tahapan administrasi tersebut masih berjalan di lingkup pemerintah daerah, setelah sebelumnya diproses di tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Selain itu, perubahan regulasi berupa peraturan wali kota juga dilakukan bersamaan, dengan sejumlah UPT lain sehingga memerlukan waktu cukup panjang.
Saat ini, Autis Center Bontang hanya diperkuat tiga orang terapis aktif. Padahal sebelumnya terdapat enam tenaga yang telah dipersiapkan melalui pendidikan khusus terapi.
Namun beberapa di antaranya memilih mengikuti seleksi CPNS di daerah lain dan akhirnya tidak lagi bertugas di Bontang.
“Awalnya ada enam orang yang sudah disiapkan, tetapi sebagian pindah setelah lolos CPNS di daerah lain. Sekarang tinggal tiga terapis,” katanya.
Meski begitu, Ia menilai fasilitas penunjang terapi di gedung Autis Center sudah cukup lengkap. Hanya saja, keterbatasan tenaga membuat pemanfaatan sarana tersebut belum optimal.
“Semoga proses kelembagaan dapat segera rampung tahun ini, sehingga perekrutan tenaga terapi tambahan bisa dilakukan,” tandasnya.

