EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - SDN 001 Bontang Selatan menerima kunjungan studi tiru dari tiga sekolah dasar di Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni SDN 018 Tenggarong, SDN 016 Tenggarong, dan SDN 001 Tenggarong, Selasa (26/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari pengelolaan perpustakaan sekolah menuju perpustakaan berakreditasi.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati bersama jajaran guru dan pengelola perpustakaan sekolah.
Novita mengatakan, transformasi perpustakaan sekolah saat ini menjadi kebutuhan penting untuk mendukung peningkatan kualitas literasi siswa.
Karena itu, pihaknya merasa terhormat dipercaya menjadi tempat belajar bagi sekolah lain di Kalimantan Timur.
“Kami berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai pengembangan perpustakaan berbasis akreditasi. Ketiga sekolah dari Tenggarong ingin mempelajari bagaimana pengelolaan perpustakaan hingga bisa berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perpustakaan SDN 001 Bontang Selatan memiliki perjalanan panjang hingga berhasil meraih akreditasi A pada 2022.
Sebelumnya, perpustakaan sekolah tersebut hanya berupa ruang sederhana dengan koleksi buku yang belum tertata.
“Perpustakaan ini dulunya hanya tempat penyimpanan buku yang belum terorganisir. Kini berkembang menjadi perpustakaan transformatif dengan berbagai inovasi layanan,” katanya.
Berbagai prestasi juga berhasil diraih perpustakaan SDN 001 Bontang Selatan, di antaranya Juara 1 Perpustakaan Terbaik Kota Bontang 2023, Juara 3 Perpustakaan Terbaik se-Kalimantan Timur 2023, Juara 2 Perpustakaan Terbaik Kota Bontang 2024, hingga Juara 1 Perpustakaan Terbaik Kota Bontang 2025.
Selain itu, perpustakaan sekolah tersebut juga meraih Juara 2 Perpustakaan Terbaik tingkat Kalimantan Timur serta memperoleh predikat Perpustakaan Berstandar PISA (Pusat Informasi Sahabat Anak) kategori Madya tahun 2025.
Menurut Novita, capaian tersebut merupakan hasil komitmen bersama antara kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru, dan seluruh staf sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, mereka menjadi lebih optimistis bahwa akreditasi perpustakaan bukan sesuatu yang sulit dicapai,” imbuhnya.
Ia berharap apa yang dipelajari di sini, dapat menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk meningkatkan program literasi siswa.

