EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mempertimbangkan opsi penggabungan atau merger sekolah dasar, lantaran minimnya jumlah peserta didik baru di salah satu sekolah di wilayah Bontang Barat.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, kondisi jumlah siswa baru yang sangat sedikit membuat pemerintah harus mencari solusi, agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif.
Ia mengungkapkan, saat ini SD Negeri 001 Bontang Barat, hanya memperoleh tiga siswa baru untuk penerimaan kelas 1 tahun ajaran 2026.
“Solusinya kemungkinan di merger ke sekolah yang lain ya, Nak,” ujarnya.
Menurut Abdu Safa Muha, kondisi tersebut memang menjadi tantangan tersendiri, bagi dunia pendidikan di Kota Bontang, khususnya dalam pengaturan rombongan belajar dan distribusi tenaga pengajar.
Ia menyebut, apabila jumlah murid baru sangat minim, maka kemungkinan sekolah tersebut tidak lagi membuka kelas baru dan siswa akan dialihkan ke sekolah lain, yang jumlah muridnya lebih memungkinkan.
“Mau tak mau diapakan lagi, karena yang daftar masih tiga orang,” katanya.
Namun demikian, ia belum bisa memastikan sekolah mana, yang nantinya akan menjadi tujuan penggabungan siswa tersebut.
Ia mengatakan, opsi pengalihan masih dalam tahap pembahasan dan akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk jarak sekolah, kapasitas ruang belajar hingga kenyamanan siswa.
“Saya belum bisa memastikan apakah ke SD Negeri 002 ataupun SD Negeri 004. Tapi kondisinya memang begitu,” jelasnya.
Disdikbud juga akan melakukan kajian lebih lanjut, sebelum mengambil keputusan resmi terkait rencana merger sekolah tersebut.
Menurutnya, langkah itu dilakukan agar kualitas pembelajaran tetap terjaga dan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Selain itu, penggabungan sekolah dinilai dapat membantu efisiensi pengelolaan tenaga pendidik di tengah kondisi jumlah siswa yang terus menurun di beberapa wilayah.

