Gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah memicu langkah darurat pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Di tengah proses pendataan kerusakan, rumah sakit diminta meningkatkan kesiapsiagaan, lokasi pengungsian mulai disiapkan. Termasuk kemungkinan gempa susulan.
Selasa, 16 Juni 2026 14:32 WITA
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB membuat pemerintah daerah langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul pascagempa.
Gubernur Anwar Hafid meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, serta unsur penanggulangan bencana bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” kata Anwar Hafid di Palu, Selasa (16/6).
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah mengerahkan tenaga medis ke sejumlah titik terdampak untuk memastikan warga yang mengalami cedera memperoleh layanan kesehatan dengan cepat.
Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya korban maupun kebutuhan layanan medis pascagempa.
Selain itu, rumah sakit diarahkan menyiapkan tenda pelayanan darurat di area terbuka sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan yang berpotensi membahayakan pasien maupun tenaga kesehatan di dalam bangunan.
Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan lokasi pengungsian sementara bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung. Kebutuhan dasar para pengungsi disebut menjadi salah satu fokus utama selama masa tanggap darurat berlangsung.
Di sisi lain, tim teknis dari instansi terkait akan melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang berpotensi terdampak akibat guncangan gempa. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan bangunan sebelum kembali digunakan masyarakat.
Hingga kini, BPBD Sulawesi Tengah masih melakukan pendataan dan asesmen lapangan sambil berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Palu, Sigi, Donggala dan daerah terdampak lainnya, untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan situasi dan potensi gempa susulan.



