EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mematangkan skema pengelolaan Driving Range Golf GOR Segiri menjelang rencana operasional fasilitas tersebut.
Untuk mengejar target pembukaan pada Juli 2026, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda membuka opsi pengelolaan sementara oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) GOR Segiri sambil menunggu penetapan mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga.
Langkah tersebut disiapkan untuk memastikan fasilitas olahraga bernilai Rp61,8 miliar itu dapat segera dimanfaatkan masyarakat tanpa harus menunggu seluruh proses administrasi dan birokrasi pengelolaan rampung.
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, menjelaskan bahwa hingga saat ini aset Driving Range Golf masih berada dalam tahapan serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kepada Pemerintah Kota melalui pengelola aset daerah sebelum nantinya diserahkan kepada Disporapar.
“Sambil menunggu bisa saja nanti UPTD GOR Segiri yang mengelola kontrak selama 3 bulan. Dan juga melakukan evaluasi terhadap keberadaan berjalannya driving golf itu,” ujar Muslimin.
Menurutnya, masa pengelolaan transisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menguji sistem operasional, pelayanan, hingga pola pemanfaatan fasilitas sebelum ditentukan model pengelolaan jangka panjang yang paling tepat.
Saat ini, Pemkot Samarinda masih mengkaji sejumlah opsi, mulai dari pengelolaan mandiri melalui UPTD GOR Segiri hingga kemungkinan menggandeng pihak profesional yang memiliki pengalaman dalam mengelola fasilitas golf modern.
Untuk mendukung proses tersebut, Disporapar juga berencana melibatkan komunitas golf lokal dan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Samarinda sebagai mitra konsultatif.
“Tetap Disporapar yang mengelola, dibantu dengan teman-teman para golfer untuk menjadi konsultannya,” jelas Muslimin.
Pelibatan komunitas golf dinilai penting mengingat fasilitas ini menggunakan teknologi yang relatif baru di Samarinda, sehingga diperlukan masukan dari para praktisi dan pengguna agar sistem operasional dapat berjalan optimal sejak awal pembukaan.
Meski wacana pembukaan pada Juli mulai mengemuka, Muslimin menegaskan bahwa keputusan final masih menunggu arahan Wali Kota Samarinda setelah seluruh evaluasi teknis selesai dilakukan.
Saat ini Disporapar masih menyusun sejumlah catatan lapangan yang akan disampaikan kepada kepala daerah, termasuk penyempurnaan beberapa pekerjaan minor serta penataan area pendukung seperti kantong parkir.
“Sambil menunggu itu selesai, bisa saja kita buka dulu. Targetnya mungkin Juli ini,” tambahnya.
Sebagai informasi, Driving Range Golf GOR Segiri merupakan salah satu proyek olahraga terbesar yang dibangun Pemkot Samarinda dalam beberapa tahun terakhir dengan total investasi mencapai Rp61,8 miliar yang bersumber dari APBD 2024 dan APBD 2025.
Fasilitas ini dirancang sebagai pusat latihan golf modern dengan 32 bay atau area pukulan yang terbagi dalam dua lantai, dilengkapi sejumlah ruang VIP untuk menunjang kenyamanan para golfer.
Sementara itu, area latihan memiliki panjang mencapai 194 meter dan dikelilingi jaring pengaman raksasa setinggi 40 meter yang berfungsi mencegah bola keluar dari area permainan sekaligus melindungi lingkungan sekitar.
Tak hanya itu, Driving Range Golf GOR Segiri juga dilengkapi sistem digital dan teknologi pelacak pukulan yang didatangkan langsung dari Korea Selatan. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru olahraga sekaligus destinasi rekreasi olahraga di Kota Samarinda.


