PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Utang Warisan dan Efisiensi Anggaran Himpit Dinkes Samarinda

Home Berita Utang Warisan Dan Efisien ...

Selain harus beradaptasi dengan kebijakan efisiensi anggaran, instansi ini juga dibebani utang tahun sebelumnya yang mencapai Rp28 miliar. 


Utang Warisan dan Efisiensi Anggaran Himpit Dinkes Samarinda
Suasana pelayanan kesehatan publik di Kota Samarinda. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda harus memutar otak di paruh pertama tahun 2026. Meski didera krisis anggaran dan harus mencicil utang sebelumnya, Dinkes Samarinda mengklaim pelayanan kesehatan dasar untuk masyarakat tetap berjalan sesuai target.

Hal tersebut terungkap usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dinkes Kota Samarinda bersama DPRD Kota Samarinda pada Senin (6/7/2026). Rapat tersebut secara khusus membedah realisasi anggaran APBD tahun 2026 dan capaian kinerja kedinasan.

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengungkapkan bahwa sebagai salah satu dari enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengemban mandat wajib dalam menjalankan SPM, pihaknya memprioritaskan pemenuhan pelayanan dasar tersebut di atas kebijakan efisiensi.

"Karena SPM ini kan wajibnya, meskipun efisiensi di sana-sini, tapi capaian SPM kita masih on the rule," tegas Ismed usai RDP.

Hingga bulan keenam tahun 2026, Ismed mengklaim realisasi dari 12 indikator SPM yang ada masih berjalan sesuai target paruh tahun. Dari target akhir sebesar 80 persen, saat ini capaiannya telah menyentuh angka 40 persen.

Meskipun demikian, Ismed tak menampik bahwa ruang gerak fiskal Dinkes Samarinda saat ini tergolong berat akibat kewajiban membayar utang dari tahun sebelumnya. Tercatat, total utang Dinkes Samarinda mencapai Rp28 miliar.

Ia menjelaskan berdasarkan instruksi Wali Kota Samarinda yang memprioritaskan pelunasan utang pada tahun 2026, Dinkes telah mencicil hampir Rp21 miliar, sehingga menyisakan beban sekitar Rp5 miliar lagi.

"Jadi kita mengikut saja dari petunjuk di atas. Kalau di atas biasanya suruh bayar utang, tahun lalu kita bayar," jelasnya merinci.

Menanggapi situasi dilematis ini, pihak DPRD Kota Samarinda mewanti-wanti Dinkes agar pengetatan anggaran dan pelunasan utang tidak mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ismed menyatakan berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas pelayanan kesehatan optimal di tengah keterbatasan ini.

"Alhamdulillah lah, pokoknya di tengah-tengah efisiensi dan fiskal yang berat, kita dinasihatkan tetap akan memberi yang optimal lah untuk pelayanan kesehatan," pungkas Ismed.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :