EKSPOSKALTIM, Bontang- Dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) yang di lakukan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase bersama Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian (DPKP) Kota Bontang, Aji Erlinawati, ditempat penjualan hewan qurban, Jalan Pupuk Raya, Bontang Utara, Selasa (30/8/2016) pagi.
Salah satu anggota Kelompok tani dari Inseminasi Buatan (IB) Bontang, Fadlan meminta kepada pemerintah Bontang, agar menbuatkan mereka tempat dan lokasi khusus untuk menjajakan hewan-hewan ternak mereka. Karena kata dia, selama ini, dalam menjajakan ternak-ternak untuk qurban tersebut, mereka memanfaatkan sisi jalan pupuk raya tanah milik orang lain, dan berpotensi membahayakan pengguna jalan yang sedang melintas.
“Setiap mejelang hari raya idul adha, kami pasti berjualan sapi dipinggir jalan, makanya itu kami mengusulkan kepada pemerintah untuk dibuatkan pasar hewan agar kami tidak berjualan dipinggir jalan lagi. Karena dikwatirkan nantinya ada sapi yang lepas dan lari kejalan raya,” pintanya.
Sementara Kepala Dinas DPKP Bontang, Aji Erlinawati mengatakan bahwa usulan tersebut sejak lama sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Bontang, namun sampai saat ini belum dapat di realisasikan.
“Kami sih sangat setujuh jika ada pasar hewan, ini juga pastinya berdampak sangat baik, tapi dengan kondisi saat ini kemungkinan keinginan para peternak belum dapat terwujud,” ungkapnya.
Lanjut ia mengatakan, persyaratan untuk membangun pasar hewan itu tidak mudah, benar-benar harus memilih lahan yang pas, agar tidak menganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
“Membangun tidak sembarangan membangun, banyak faktor yang harus diperhatikan, kondisi lingkungannya, ijin dari masyarakat sekitar dan lain-lainnya, tapi tentunya tetap akan kita cari jalan keluarnya,” tuturnya.

